Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Tuka Tuku Online Shop

Cara Komunikasi Baru : Laporan Pake Twitter

Melihat timeline Twitter saya siang ini ada satu hal yang menarik. @bambangsoesatyo yang anggota Pansus Centuri dari PG itu melapor ke @aburizalbakrie. Saya tak ingin membahas soal politiknya, tapi teknologi memang telah membuat revolusi komunikasi karena kecepatan, kemudahan, dan kesetaraannya.Tapi anda harus tetap berhati-hati. Twittermu Harimaumu :D

lapor.jpg

Maaf 140 Karakter Tidak Cukup Bagi Saya

Kelebihan 140 karakter ditampung di database hellotxt lewat tekan link
Kelebihan 140 karakter ditampung di database hellotxt lewat tekan link

Hampir semua orang memuji Twitter, karena kemudahan, kesederhanaan dan kepraktisannya. Namun untuk hari ini ijinkanlah saya menyatakan kesebalan saya pada twitter.

Sebagai pengguna mobile dengan platform java MDIP2 sering saya melanggar aturan dengan menuliskan lebih dari 140 karakter. Dan tulisan yang sudah capek-capek saya ketik itu tak bisa terkirim. Kenapa untuk membuat status saya harus capek-capek berfikir apakah status saya sudah lebih 140 karakter atau tidak ?. Kadang dengan pembatasan ini saya tak mampu mengungkapkan kata hati saya dengan tepat. Penginnya saya tinggal update status saja, apakah nanti 140 karakter atau 141 karakter tak jadi soal.

Selanjutnya »

Status Itu Bukan Sekedar Loh.

Contoh status ringkas. Untuk membuat informasi terkadang tak harus banyak kata
Contoh status ringkas. Untuk membuat informasi terkadang tak harus banyak kata

Kemunculan Facebook dan Twitter setelah era Blog, membuat perubahan yang cukup mendasar pada cara menyampaikan informasi di Internet. Dulu untuk sebuah posting, orang harus membuat artikel. Mereka susun kata demi kata agar menjadi kalimat, dan mereka susun kalimat demi kalimat hingga menjadi paragraf, serta paragraf demi paragraf agar menjadi sebuah artikel.

Juga, paragraf yang ditulis harus mempunyai relevansi dengan paragraf sebelum dan sesudahnya, agar dalam sebuah artikel paragraf itu taut menaut menjadi satu.

Karena rumit itulah orang lantas sulit untuk digiring menjadi sumber informasi. Enakan jadi penikmat informasi saja. Bukan hanya itu, banyak pula para kampiun penulis yang akhirnya menterlantarkan blognya, karena nggak ada waktu lagi. Nulis itu butuh mikir agak dalam dan waktu agak lama. Karena itu pula betapa banyak situs yang setelah dibuat ternyata data dummynya nggak pernah berubah.

Sekarang ada tradisi baru yang tidak rumit. Menulis status, 140 karakter, sepanjang SMS. Cepat dibuat dan cepat dibaca.

Jangan salah, banyak informasi penting yang sebenarnya bisa diringkas dalam 140 karakter saja. Bahkan sekarang menulis status mempunyai konsekuensi yang tak kalah rumit, seperti dulu orang menulis artikel. Lihat kasusnya Luna Maya yang gara-gara salah tulis status akhirnya dia diperkarakan ke polisi.

Jadi, bagi situs pemda, partai, organisasi atau apapun yang sudah kehilangan nafas karena tidak sempat mengisinya, ada baiknya mempertimbangkan memasukkan status ke dalam konten situsnya. Apalagi kalau isinya hanya sebatas laporan kegiatan dan agenda.

Bandingkan membaca ini denga status

Sebanyak 119 Calon Panwascam ikut tes tulis untuk pilkada 14 Juni 2010 di Sumenep.

Lebih ringkas namun informasinya sudah cukup jelas.


PROFIL

achedy'sachedy. Lahir di Trenggalek, adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal di Surabaya sejak tahun 1996. Blog ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan, partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi melalui email achedy_at_penamedia.com
eXTReMe Tracker