Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Tips Menulis Konten (Blog) Mini di Twitter

Topik ini sebenarnya kelanjutan dari Membangun Konten Mini di Twitter, namun ini lebih teknis.

Twitter memang hanya 140 karakter saja. Kata orang ini sebuah kelemahan, namun sesungguhnya disitu pula kekuatannya. Bahkan terkadang Konten Mini di Twitter lebih sukses daripada konten yang ditulis di blog. Sebagai contoh adalah @mencobabelajar yang digawangi 4 anak SMP itu, telah di follow oleh 6400 follower.

Ada beberapa tips yang saya sarankan untuk keberhasilan Konten Mini kita di Twitter :

  1. Anda bisa mengambil topik-topik menarik dalam bidang agama, soaial, science dan teknologi. Namun topik-topik itu mungkin perlu anda turunkan menjadi hal yang lebih spesifik. Misalnya quran, sejarahislam, hikmah, hadits, statistik, biologi, fisika, pengetahuanumum, mesin, listrik, antariksa dan sebagainya. Banyak dah. Lebih baik lagi kalau itu sesuai dengan kompetensi anda.
  2. Buat tulisan berbentuk tips atau ‘anda perlu tahu’ yang mengadung jawaban dari pertanyaan apa, kapan, dimana, mengapa, siapa dan bagaimana (teknik 5W 1H).
  3. Usahakan satu satuan informasi selesai dalam 1 tweet.
  4. Jangan membuat gaya tweet – apalagi kalau dibuat keroyokan – berdasar kronologis waktu. Apa yang tertinggal akan sulit untuk disisipkan kembali.
  5. Jangan gunakan Mini Konten untuk berdiskusi. karena bisa merusak timeline. Jadi jangan menjawab kecuali dengan DM. Sebenarnya untuk soal mendiskusikan Konten Mini, Plurk atau FB lebih sesuai karena mempunyai ruang komentar di bawah status, hanya, rasanya pengguna lebih enak berlangganan informasi di twitter (subyektif sih :D ). Ini adalah peluang startup untuk membuat aplikasi yang mengakomodasi komentar seperti yang ada di Plurk atau FB, meskipun kalau kita bicara tentang komunikasi dan kesederhanaan model yang digunakan Twitter sekarang terasa lebih mudah.

Demikian sedikit tips yang bisa saya bagikan bagi yang berminat jadi kreator konten di Twitter. Ada tips atau informasi tambahan ?

Membangun Konten Mini Di Twitter

Berbeda dengan Facebook yang tidak tebuka, Twitter memberikan ruang yang lebih baik untuk membangun konten terbuka. Kalau saya perhatikan twitter sebenarnya hampir sama dengan blog dengan format mini, yah, namanya saja juga mikro blogging. Hasil konten itu nantinya akan bisa diakses secara publik, atau di follow, cara yang mirip langganan RSS Feed di blog.

Saat ini twitter lebih banyak digunakan untuk membuat status dan alat interaksi antar pengguna, namun saya juga melihat beberapa orang memanfaatkannya sebagai alat publikasi konten dalam bentuk status, berbentuk blog mini.

Saat ini saya melihat kecenderungan orang lebih menyukai konten yang pendek dan real time, ringan dan bisa digunakan untuk membunuh kejenuhan, seperti saat menunggu mata terpejam, menunggu teman, mengasuh anak. Mengakses konten dengan panjang yang tak lebih dari 140 karakter itu tak menyita pikiran dan waktu. Intinya sebuah informasi bisa diakses sambil lalu. Itulah kekuatan Twitter.

Beberapa contoh konten di twitter, antara lain :

  1. @safirsenduk : yang membuat tips tips keuangan keluarga tiap hari.
  2. @mencobabelajar : yang dibangun oleh 4 siswa SMP yang berisi tentang Rangkuman Pengetahuan Umum.
  3. @sejarahislam : dibangun oleh beberapa orang sahabat untuk membuat konten tentang sejarah Islam.
  4. @ayatquran : menampilkan ayat-ayat pendek untuk mengingatkan kita.

Tidak seperti blog yang memerlukan energi lebih untuk menulis, menulis di twitter lebih simpel dan bisa dilakukan sambil lalu juga. Tak butuh argumentasi yang panjang lebar dan ilustrasi panjang, bahkan kata-kata anda dibatasi dalam 140 karakter.

Ingin mencoba membuat konten mini di Twitter ?

Menggunakan Twitter

Sebagai media sosial yang muncul setelah Facebook, dan dengan kebiasaan baru, maka banyak orang yang setelah daftar di Twitter kebingungan. Jangankan menikmatinya, melihat tampilan seadanya lurus kebawah yang amat jauh dari tampilan Facebook orang bingung bagaimana dan dimana asiknya.

Saya sendiri pernah beberapa bulan mennganggurkan twitter setelah mendaftar karena tak paham cara menggunakannya.

Saya tak perlu menulis bagaimana menggunakan Twitter karena rekan saya, ustadz Rosyid, telah menulis panjang lebar tentang Twitter :

  1. Gimana sih Cara Memakai Twitter?
  2. 14 Alasan Memilih Twitter

Untuk pengguna HP, bisa menggunakan alamat

  1. http://tuitwit.com (di bangun oleh anak bangsa)

Selamat berkicau, jangan lupa follow @achedy.

Cara Komunikasi Baru : Laporan Pake Twitter

Melihat timeline Twitter saya siang ini ada satu hal yang menarik. @bambangsoesatyo yang anggota Pansus Centuri dari PG itu melapor ke @aburizalbakrie. Saya tak ingin membahas soal politiknya, tapi teknologi memang telah membuat revolusi komunikasi karena kecepatan, kemudahan, dan kesetaraannya.Tapi anda harus tetap berhati-hati. Twittermu Harimaumu :D

lapor.jpg

Maaf 140 Karakter Tidak Cukup Bagi Saya

Kelebihan 140 karakter ditampung di database hellotxt lewat tekan link
Kelebihan 140 karakter ditampung di database hellotxt lewat tekan link

Hampir semua orang memuji Twitter, karena kemudahan, kesederhanaan dan kepraktisannya. Namun untuk hari ini ijinkanlah saya menyatakan kesebalan saya pada twitter.

Sebagai pengguna mobile dengan platform java MDIP2 sering saya melanggar aturan dengan menuliskan lebih dari 140 karakter. Dan tulisan yang sudah capek-capek saya ketik itu tak bisa terkirim. Kenapa untuk membuat status saya harus capek-capek berfikir apakah status saya sudah lebih 140 karakter atau tidak ?. Kadang dengan pembatasan ini saya tak mampu mengungkapkan kata hati saya dengan tepat. Penginnya saya tinggal update status saja, apakah nanti 140 karakter atau 141 karakter tak jadi soal.

Selanjutnya »

Status Itu Bukan Sekedar Loh.

Contoh status ringkas. Untuk membuat informasi terkadang tak harus banyak kata
Contoh status ringkas. Untuk membuat informasi terkadang tak harus banyak kata

Kemunculan Facebook dan Twitter setelah era Blog, membuat perubahan yang cukup mendasar pada cara menyampaikan informasi di Internet. Dulu untuk sebuah posting, orang harus membuat artikel. Mereka susun kata demi kata agar menjadi kalimat, dan mereka susun kalimat demi kalimat hingga menjadi paragraf, serta paragraf demi paragraf agar menjadi sebuah artikel.

Juga, paragraf yang ditulis harus mempunyai relevansi dengan paragraf sebelum dan sesudahnya, agar dalam sebuah artikel paragraf itu taut menaut menjadi satu.

Karena rumit itulah orang lantas sulit untuk digiring menjadi sumber informasi. Enakan jadi penikmat informasi saja. Bukan hanya itu, banyak pula para kampiun penulis yang akhirnya menterlantarkan blognya, karena nggak ada waktu lagi. Nulis itu butuh mikir agak dalam dan waktu agak lama. Karena itu pula betapa banyak situs yang setelah dibuat ternyata data dummynya nggak pernah berubah.

Sekarang ada tradisi baru yang tidak rumit. Menulis status, 140 karakter, sepanjang SMS. Cepat dibuat dan cepat dibaca.

Jangan salah, banyak informasi penting yang sebenarnya bisa diringkas dalam 140 karakter saja. Bahkan sekarang menulis status mempunyai konsekuensi yang tak kalah rumit, seperti dulu orang menulis artikel. Lihat kasusnya Luna Maya yang gara-gara salah tulis status akhirnya dia diperkarakan ke polisi.

Jadi, bagi situs pemda, partai, organisasi atau apapun yang sudah kehilangan nafas karena tidak sempat mengisinya, ada baiknya mempertimbangkan memasukkan status ke dalam konten situsnya. Apalagi kalau isinya hanya sebatas laporan kegiatan dan agenda.

Bandingkan membaca ini denga status

Sebanyak 119 Calon Panwascam ikut tes tulis untuk pilkada 14 Juni 2010 di Sumenep.

Lebih ringkas namun informasinya sudah cukup jelas.