Repot dengan Buku

Ilustrasi dari www.winona.edu
Banyak orang bangga mempunyai banyak buku. Melihat buku bertumpuk-tumpuk membuatnya bahagia. Jika rumah seseorang menjadi gudang buku, hampir bisa dikatakan pemiliknya adalah orang pintar dan cinta ilmu pengetahuan. Di sebagian orang itu prestise tersendiri. Saya juga mempunyai kegemaran seperti itu, kegemaran yang saya warisi dari ayah saya. Ayah saya, tidak pernah membelikan saya mainan, namun nggak pernah perhitungan jika ingin membelikan buku anak-anaknya.
Namun sekarang ini saya dipusingkan dengan buku. Apalagi setelah menikah kemudian koleksi buku saya digabung dengan koleksi buku istri. Beberapa adalah buku teknik yang sudah tdak saya pakai, dan sebagiannya majalah yang cukup banyak yang sudah sangat jarang kami buka lagi. Buku-buku itu sudah memakan ruang kontrakan yang rasanya semakin mengecil dengan hadirnya dua buah hati kami kami. Buku itu kemudian menjadi masalah bagi kami.

Semenjak, membaca Laskar Pelangi, minat saya membaca sastra menjadi besar. Padahal, sebelumnya, saya tak tertarik sama sekali dengan yang namanya Novel, apalagi puisi. Sekarang saya sudah menyukai novel, namun belum untuk puisi.


KOMENTAR TERAKHIR