Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Wordpress.com VS Layanan Wordpress Lokal

Kemarin membuat situs blog di wordpress.com untuk sebuah tema tertentu. Nama besar dan besarnya kapasitas penyimpanan menjadi pertimbangan saya. Namun begitu saya ingin emmasang shoutbox, eh, ternyata tidak bisa karena tidak mendukung javascript; mau menggunakan alternatif iframe eh nggak didukung juga.

Jika kita ingin bisa menjalankan javascript atau iframe, ternyata penyedia layanan dalam negri malah mendukung. Blogdetik.com dan dagdigdug.com mendukung penggunaan javascript. Hanya saja untuk penyimpanan gambar, ruang yang disediakan layanan wordpress lokal jauh lebih kecil daripada wordpress.com.

Tapi kalau ngotot ingin yang support javascript, dan ruang penyimpanan yang lega, blogspot.com bisa jadi pilihan. Bahkan bukan hanya bisa mengedit javascript, namun juga CSS pada desain situs. Tetapi bagi yang terbiasa menggunakan mesin wordpress, menggunakan blogspot mengkin agak sedikit kerepotan.

Apapun, semua pilihan akhirnya kembali kepada pengguna.

Apakah Anda Sudah Membayar Zakat Fitrah ?

Saya teringat tahun lalu, selepas sholat ied saya buka email. Meskipun tidak menggunakan fasilitas push mail, namun saya terbiasa memeriksa email beberapa kali sehari.

Saya terkejut karena tanggal 1 syawal ada orang yang mentransfer uang untuk zakat fitrah. Dari tanggal dan waktu emailnya, dia melakukan konfirmasi saat saya melakukan sholat ied. Otomatis dia sudah terlambat membayar zakat fitrah.

Karena itu, dalam lapak zakat yang saya buat, selalu saya cantumkan bahwa penerimaan zakat fitrah ke saya paling lambat 2 hari sebelun sholat ied, sehingga ada waktu minimal untuk memanage pembagian dengan baik. Akhirnya saya tulis kuliah panjang lebar soal zakat ke orang ini.

Orang ini mungkin ingin mengikuti sunnah nabi untuk memberikan zakat dekat-dekat dengan sholat ied, namun dia tidak menyadari bahwa dia membayar melalui lembaga zakat. Dalam mekanisme yang ada di lembaga zakat diperlukan waktu untuk menghitung pemasukan zakat fitrah dan memetakan siapa yang layak mendapatkannya, bukan seperti yang langsung membayarnya ke fakir miskin. Maksud nabi mensunahkan zakat fitrah di akhir Ramadhan atau sebelum sholat ied dimaknai secara salah oleh sebagian orang yang belum memahami hakekat perintah itu.

Zakat fitrah adalah pembersih jiwa yang dimaksudkan agar di hari raya semua orang menikmati harinya dengan makanan cukup, sehingga sunahnya diberikan dekat dekat dengan hari raya. Pada masa itu zakat fitrah juga diberikan secara langsung ke penerima.

Sekarang jaman sudah berubah, banyak lembaga professional zakat yang mengenal peta kemiskinan dengan baik. Pada sisi ini yang akhirnya bertanggung jawab membagikan zakat dipenerima akhir adalah lembaga zakat itu, sedangkan tugas kita adalah membayarnya dengan mempertimbangkan waktu yang cukup bagi lembaga zakat untuk bisa bekerja secara optimal.

Apakah anda sudah membayar zakat fitrah ? Kalau saya sudah :)

———————–
Kunjungi lapak zakat kami di http://pojokzakat.penamedia.com

Nyamuk dan Puasa

Tadi malam saya tidak sahur. Adzan subuh terdengar dari masjid di dekat rumah begitu mata saya terbuka. Hmm .. pertanda tidak bisa minum air setegukpun. Adalah yang pertama kali sejak Ramadhan 1431 H ini.Saya memang tak menyalakan alarm. Biasanya nyamuk nyamuk akan membangunkanku tiap malam, kadang jam 2, 3 sampai 3.3O. Gak pakai alarm, asal tangan dan kaki saya terasa gatal sangat, pasti saya terbangun. Dan ketika mereka kekenyangan dan tak dapat terbang, saya membantai nyamuk yang berjajar jajar itu dengan raket listrik.

Tapi malam ini sepi nyamuk, saya tak merasakan gigitannya sehingga tak sempat sahur. Langsung saya raih HPku, saya atur agar berdering pukul 3 pagi, sehingga kalau besuk sepi nyamuk, masih ada dering alarm yang akan membangunkanku.

Maha suci Allah yang membuat perumpamaan nyamuk atau yang lebih rendah dari itu :)

Puasa itu Maknanya Benar-benar Menahan Diri

Puasa telah kita lakukan bertahun-tahun, namun fenomena yang terjadi adalah fenomena kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok setiap bulan Ramadhan. Artinya bahwa di bulan Ramadhan konsumsi menjadi naik dan pengeluaran semakin bertambah.

Secara logika, berkurangnya jumlah makan sehari mestinya sebanding dengan pengeluaran, namun faktanya malah terjadi anomali.

Ini terjadi karena puasa hanya dimaknai sekedar tidak makan minum dari subuh sampai magrib, bukan dimaknai sebagai menahan diri secara lebih luas. Menurut saya, bahkan yang lebih berat dalam soal puasa adalah menahan yang diluar makan minum tadi.

Pertama, menahan diri dari sifat rakus : sehari tanpa makan minum kita kuat, namun kuatkah kita untuk makan tidak berlebihan saat berbuka puasa ?

Kedua, menahan diri dari makan berlrbihan : kita sering tidak tahan membeli berbagai makanan yang lebih mewah dari makanan harian kita sebagai bentuk kompensasi atas puasa kita pada siang hari. Ketiga, kita tidak ghibah, namun kita secara tak sengaja tak bisa menahan diri menikmati acara ghibah di tv maupun di internet.

Momentum puasa ini hendaknya bisa kita pakai untuk benar-benar belajar menahan diri secara maknawi, bukan hanya dalam aspek fiqih saja. Selamat berpuasa mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang disebut nabi hanya memperoleh lapar dahaga saja dari berpuasa.

Diserang Blog SPAM

Setelah kegagalan saya beberapa waktu yg lalu untuk menginstall Wordpress 3.0, akhirnya saya membiarkan saja mesin wordpress 2.91 ini. Namun tadi saya kaget saat membuka situs ini karena ada banner yang nangkring di situs ini. Setelah view sources akhirnya saya temukan skrip yang menyusup pada template header.php.

Kedua saya tak bisa login ke blog, dan terpaksa melakukan reset password.

Saya cek juga blog adik saya dengan versi yang hampir sama, ternyata mengalami nasib serupa.

Saya tak tahu apa penyebab kejadian ini, wordpress, plugin, atau hosting.Entahlah, sementara saya hapus begitu saja skrip liar itu. Apakah teman-teman mengalami nasib serupa ?.

Selanjutnya »

Punya 3 Buah Ponsel Lebih Murah ?

Sebenarnya malah bukan 3 tapi 4. Ya, saya pernah mempunyai 4 ponsel dengan 4 kartu yang semuanya hidup (on). Namun saat tulisan ini saya buat, saya hanya mempunyai 3 buah ponsel saja karena yang satu saya sudah saya jual 2 hari yang lalu.

Buat apa punya ponsel banyak-banyak ? Penginnya agar komunikasi bisa murah, karena masing masing kartu dan HP mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri.

Adapun HP yang saya punyai saat ini adalah :

  1. ZTE C366 : Saya beli agar saya mempunyai nomor Flexy. Dulu harganya 225 ribu. Di Surabaya ini pengguna Flexy sangat banyak. Menelpon ke no Flexy dan nomor lokal lebih murah mengguntakan telpon Flexy, apalagi saya tak mempunyai telepon rumah.

  2. Nokia 1202 : Saya beli bekas di WTC Surabaya seharga 150 ribu. Saya isi dengan kartu Indosat IM3. Alasannya karena kebanyakan teman dan saudara menggunakan kartu ini. Ibu, bapak, adik, dan istri semua menggunakan kartu ini. Kartu ini terbukti murah untuk digunakan menelpon dan SMS ke sesama IM3. Cakupan area penerimaan sinyalnya juga luas sampai kepelosok. Saya suka menelpon bapak dan ibu dikampung menggunakan kartu ini. 15 menit cukup bayar 350 perak. Bayangkan kalau kita pakai telpon rumah.

  3. Nokia E71 : HP Hadiah dari adik saya :) . Saya isi dengan kartu AXIS karena biaya internetnya yang murah. Jika kita menggunakan paket mingguan, cukup dengan Rp. 6500,- kita sudah mendapat kuota 100MB. Bayangkan dengan paket IM3 mingguan yang dengan Rp. 10000 cuma dapat 15MB.

  4. Smart Haier C75 : Paket internet unlimited, namun di Surabaya paket ini lebih sering tidak bisa dipakai. Barang ini sekarang saya jual ke rekan saya di Malang. Katanya di Malang koneksinya lebih baik.

Membeli beberapa HP memang saya harapkan bisa membuat biaya komunikasi menjadi lebih murah, namun saya belum menghitung dengan sebenar-benarnya apakah apa yang saya lakukan membuat biaya komunikasi memang lebih murah atau tampak murah saja :)

Next »