Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Opera Mobile 10 Bagi Pengembang

Beberapa waktu sebelum ini, saya agak kesulitan untuk memeriksa tampilan aplikasi berbasis mobile yang saya buat. Biasanya, saya menggunakan browser biasa, jika sudah pantas maka saya upload dan saya cek dengan menggunakan opera mini. Kadang tampilan di HP ternyata tidak tepat sebagaimana yang kita inginkan sehingga perlu mengedit disana sini. Sayangnya opera mini hanya bisa digunakan untuk situs yang benar-benar online, tidak untuk situs yang berada di localhost. Ini karena situs yang diakses melalui opera mini harus melalui proxy server mereka untuk dikondisikan agar tampil dengan benar di opera mini.

Opera baru-baru ini telah mengumumkan bahwa dia telah meluncurkan Opera Mobile 10 bagi para pengembang. Dengan demikian kita bisa melihat tampilan situs kita yang berada di localhost di Opera Mobile 10 atau Opera Mini 5. Perangkat lunak ini tersedia bagi Windows, MacOS maupun Linux.

Silahkan mencoba untuk dengan mengunduhnya disini

Kemana Arah Bisnis TI ?

Saya bukan pakar TI, namun saya merasakan bahwa saat ini industri TI sedang mengalami perubahan arah, atau jika tidak bisa dikatakan demikian, katakan saja bahwa trennya sudah berubah. Perubahan ini ditandai dengan semakin lesunya proyek-proyek pengembangan perangkat lunak dan semakin lemahnya software house.

Beberapa tahun silam, software house memang diuntungkan dengan start up pemerintah yang memulai program e-Government mereka, dan juga perusahaan yang memulai melakukan investasi TI untuk memperlancar kerja mereka. Saat ini fase seperti itu telah mengalami masa kejenuhannya.

Selanjutnya »

Menonaktifkan ‘Post Revisions’ di Wordpress

Sudah lama saya tidak tahu bahwa ada fitur baru pada mesin blog wordpress. Post Revision. Hampir mirip di wikipedia, dimana ketika seseorang mengubah artikel, maka konten sebelumnya tidak di tindas, tetapi di simpan dalam bentuk versioning. Dengan demikian, artikel sebelum diedit masih bisa kita baca.

Mengapa saya baru tahu soal ini. Pertama karena untuk urusan posting, yang saya perhatikan hanya kolom judul, isi, dan kategori / tag. Urusan yang lain tak pernah saya lihat. Kedua saya lebih sering ngeblog dengan memanfaatkan blog client seperti Zendry Raven atau Windows Live Writer. Ketiga, saya sering mengupdate mesin wordpress dengan autoupdate dan jarang membaca apa saja yang telah di update pada versi terbaru. Ternyata firtur ini ada sejak Wordpress 2.6 .

Mungkin wordpress menganggap ini penting, tapi tidak untuk saya. Mengapa ? Karena akan memperbanyak jumlah record di database yang artinya menambah lambat akses data (kalau untuk ukuran posting saya nggak terlalu terasa karena jumlahnya kecil), dan data yang saya backup menjadi lebih besar. Sedangkan saya sama sekali tak butuh artikel saya yang tidak penting ini di versikan.

Cari-cari diinternet ternyata untuk menonaktifkannya sangat gampang. Hanya dengan menambahkan definisi di wp-config.php

define(’WP_POST_REVISIONS’, false);

Untuk menghilangkan versi revisi yang sudah terlanjur masuk database silahkan hapus manual dengan perintah SQL  :

DELETE FROM wp_posts WHERE post_type = "revision";

Tapi jika anda menghapus data hati-hatilah, kalau perlu backup dulu sebelum di eksekusi. Nanti kalau ada kesalahan nyalahin saya :D

“Google APP Engine” Gratis Meringis

Saya sudah dengar sejak lama, dan mungkin banyak rekan blogger yang sudah mengupas aplikasi hosting gratis besutan Google ini. Saya mulai tertarik ketika Tuitwit, aplikasi Twitter client buatan  Indonesia ini di hosting di sana.

Apa alasan Tuitwit dihosting disana ? Sebelumnya aplikasi ini di hosting sendiri dan dibangun dengan PHP, namun karena penggunanya semakin besar, akhirnya dia harus berfikir keras agar aplikasi start up yang belum mendatangkan uang untuk sewa server ini tetap bisa beroperasi.

Akhirnya digunakan Google App Engine yang termasuk murah hati terhadap quota. Menyediakan ruang penyimpan data 1 GB dan 1.300.000 hit. Sudah lebih dari cukup untuk aplikasi start up.

Loh terus apanya yang membuat meringis ? Pertama aplikasi harus menggunakan JAVA atau Python. Tuitwit sendiri terpaksa harus diubah ke dalam bahasa Python. Kedua, basis datanya menggunakan basis data buatan google yang cara mengaksesnya menggunakan GQL (Google Query Language), meskipun mirip SQL.

Google menyediakan SDK yang bisa digunakan untuk development secara offline, dengan catatan anda harus menginstall Python sebelumnya.

Saya yang cuma bisa PHP dan mempunyai kecenderungan ke Ruby harus berubah haluan ke python (jango) kalau ingin memanfaatkan fasilitas ini.

Cocok untuk programmer miskin yang pintar. Sayangnya saya programmer miskin tapi tidak pintar. Hueeeek.

Download Dengan Wget di Windows

wget-windows.jpg

Beberapa kali melakukan download file lewat browser rasanya sangat tidak nyaman. Browser ternyata bukan alat download yang stabil, yah namanya saja untuk browsing :) . Yang sering terjadi adalah putus di tengah jalan dan tidak bisa melakukan resume baik sevara otomatis maupun manual.

Di Linux saya menjumpai piranti download yang sudah ada sejak lama yang dinamai wget. Piranti yang hanya mempunyai Text User Interface (TUI) ini sangat powerfull. Pernah diulas Steven Haryanto di almarhum majalah mwmag.

Iseng-iseng mencari yang versi Windows ternyata malah ketemu yang versi portable. Meskipun disana disediakan GUI namun saya tetap menggunakan TUI. Mungkin karena sebelumnya sudah terbiasa menggunakannya di Linux.

SNews Bagi Pengagum Kesederhanaan

Dalam posting sebelumnya, saya sempat mengutarakan keinginan saya untuk memperoleh CMS yang simple. Saya katakan Wordpress kini telah menjadi raksana yang backofficenya terasa berat kita akses, selain filenya terasa besar ukurannya. WYSIWIG editor yang disediakan CMS saat ini terlalu membebani, sedemikian terkadang banyak pemula melakukan kesalahan ketika mempaste text dari file dokumen Office. Semua sintak bawaan dokumen Office yang tak perlu “katut” semua.

Sebenarnya, selama saya mengelola konten, bagian yang penting hanyalah post, page, upload file, dan RSS, tak terlalu banyak. Menurutku situs besar bisa dibangun hanya dengan elemen-elemen yang saya sebutkan.

Dalam ruang komentar, gecko memberikan rekomendasi sNews, sebuah CMS super simpel yang sudah mengakomodasi kebutuhan. Seandainya saya belum menggunakan Wordpress mungkin saya akan menggunakan CMS ini. Sekarang ini blog saya sudah kadung kompleks  untuk saya konversi. Elemen utama dalam CMS ini terdapat pada tiga file yaitu sebuah file inti  snews.php dan file template index.php dan style.css , serta sebuah file .htaccess untuk mengakomodasi SEF URL. Dengan demikian file paketnya(zip) tak lebih dari 50 KB. Super sekali pak Mario :D

Programnya terbuat dari kumpulan fungsi-fungsi yang dikumpulkan dalam file snews.php itu. Inilah kelebihan sekaligus kelemahannya.

Kunjungi situsnya di http://snewscms.com/

Posted via email from achedy’s posterous

Next »