Obrolan Cak Edy

Avatar

Bahwa sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah, Rabb semesta alam. Tempat kembali semua kehidupan.

Ahamiyatussyahaadatain 7

Karakter muslim kelima adalah zakat. Zakat adalah kewajiban dari seorang berharta untuk mengeluarkan sebagian rizkinya kepada mereka yang berhak, yang telah di atur kadarnya. Zakat merupakan persoalan yang dianggap penting dalam Islam, bahkan ia adalah salah satu sendi dari rukun Islam, setelah shalat. Bacalah Al Quran, dan perhatikan bahwa banyak diantara ayat Al-Qur’an yang bahkan menggandengkan kata zakat dengan shalat, wa aqiimusshoolata wa aatuzzakah, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Ini menggambarkan betapa zakat merupakan suatu hal yang teramat ditekankan. Dahulu pada zaman Abu Bakar r.a, terdapat segolongan orang yang menolak membayar zakat, dan abu Bakarpun mengatakan, “ Akan aku perangi mereka yang memisahkan shalat dengan zakat”. Wa aqiimushshaalah, wa’aatuzzakah.

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [Ikutilah] agama orang tuamu Ibrahim. Dia [Allah] telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan [begitu pula] dalam [Al Qur'an] ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. “ [QS 22:78].

Dari segi ketaatan kepada Allah, zakat merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang yang mampu. Berdosa orang yang tak melakukannya, dan tidak pula bersih harta yang dimakannya. Dari segi yang lain, zakat mengandung hikmah yang luar biasa.

Zakat merupakan sendi ekonomi ummat yang teramat potensial dan penting bagi pembangunan. beberapa hal yang dapat kita amati adalah bahwa zakat akan mampu memperkecil kesenjangan antara kaya dan miskin. Orang kaya akan memberikan kepeduliannya kepada orang miskin dan tak mampu agar lebih berdaya dengan zakat, karena didalam harta orang kaya memang tersimpan hak orang miskin. Dengan demikian, orang miskin akan merasa tertolong dan terberdayakan dengan hal tersebut.

Bagi orang kaya zakat bukanlah hal yang terlalu besar. Kalau kita hitung seperti zakat profesi toh hanya 2.5 persen dari penghasilan yang telah tercapai nishabnya. Nggak ada orang kaya bangkrut hanya karena tertib membayar zakat. Yang ada adalah orang kaya bangkrut karena keserakahannya. Meski hanya 2.5% ternyata juga nggak banyak orang yang mau berzakat.

Bagi golongan miskin, maka keberadaan zakat amat membantu penghidupan mereka. Kalau antum hidup di antara kalangan bawah sebagaimana saya, antum tentu akan merasakan sendiri, bagaimana masyarakat hasil pengelolaan reformasi ini semakin terjepit dengan hutang dan kebutuhan sehari-hari. Tiada hari tanpa hutang, dan tiada hutang tanpa bunga, sehingga kehidupan mereka menjadi semakin terjepit. Ini sebuah realitas yang mustinya nggak boleh kita tutup mata.

Kalau antum bepergian pula naik kereta ekonomi, apa yang natum lihat di dalamnya, semakin hari semakin banyak aja para pengemis, pengamen, dan sebagainya, semakin lama kondisi masyarakat bawah semakin memprihatinkan saja bukan ? Atau coba saja masuk ke dalam lingkungan masyarakat dalam di Surabaya ini saja, antum akan melihat, betapa berjuang untuk hidup saja begitu sulit.

Persoalan-persoalan inilah yang hanya akan membuat kesenjangan kaya-miskin semakin lebar, orang kaya melihat salah sendiri orang miskin nggak mau kerja – padahal yang betul sebenarnya nggak ada kesempatan kerja -, dan orang miskin melihat, orang kaya maunya hanya menindas, mentang – mentang kaya.

Kemarin pula saya melihat di telvisi, pas saat ulang tahun Jakarta, katanya, masalah urgen di Jakarta adalah semakin lebarnya kesenjangan antara kaya dan miskin. Nah, benar khan ?

Jika demikian terus, maka bangsa kita itu akan menjadi kapitalizm, dimana karena kebebasannya, dan karena semauguenya orang, maka orang kaya akan semakin menancapkan kukunya, sementara orang miskin menjadi semakin nggak berdaya. lalu orang miskin yang merasa tertindas hak-haknya menjadikan pemikiran sosialisme untuk melakukan perlawanan kepada orang kaya.

Sebenarnya upaya paling tepatnya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dengan konsep zakat, dimana orang kaya mengeluarkan sedkit hartanya untuk keperluan zakat, sementara orang miskin akan terperhatikan dan terberdayakan dengan zakat. Itulah mengapa Abu bakar sampai memerangi orang yang menolak membayar zakat, karena zakat merupakan solusi pembangunan. Lihatlah betapa hebatnya, ketika dalam pemerintahan Umar bin Abdul Aziz mengoptimalkan sendi zakat ini, menjadikan beberapa tahun setelahnya orang menjadi kesulitan untuk mencari orang yang berhak menerima zakat.

Karenanya sudah seharusnya mengkaji pemanfaatan zakat ini, mensosialisasikan, dan menerapkannya sebagai solusi pembangunan. Dan seorang muslim, bagaimanapun kedudukannya, mendukung zakat.

Wallahu a’lam

achedy@telkom.net

Ahamiyatush Syahadatain 6

Karakter muslim yang keempat adalah shalat. shalat memiliki kedudukan yang sangat penting bagi manusia, maka aqiimush shalat, dirikanlah shalat dalam kehidupanmu. Begitu banyak ayat alQur’an dan hadits yang menyinggung tentang pentingnya shalat.

Dalam Islam shalat merupakan Rukun Islam, suatu elemen penting dalam bangunan Islam. Dikatakan Nabi, bahwa shalat itu adalah tiang agama, yang hanya orang yang utama saja yang dapat menggapainya. Orang yang meninggalkan Shalat, maka ia telah meninggalkan salah satu elemen penting bangunan Islam. bayangkan bagaimana sebuah rumah tanpa tiang, dan begitulah perumpamaan orang Islam yang tak shalat.

Islam menekankan begitu pentingnya shalat, sampai-sampai nabi mengatakan, ‘ Batas antara hamba dan kekufuran adalah meninggalkan shalat’ [Tirmidzi & Abu Dawud], sementara Turmudzi juga meriwayatkanbahwa para sahabat nabi tak pernah menilai suatu amalan yang ditinggalkan sebagai sebuah kekufuran, kecuali shalat. karenanya amat naiflah, seorang muslim yang meninggalkan shalat.

Shalat adalah sebuah hubungan langsung antara hamba dan Tuhan, antara manusia sebagai hamba Allah dan Allah sebagai pencipta dan illah manusia, dimana didalamnya manusia memuji, berharap, berdo’a, dan meminta pertolongan. Itulah mengapa shalat begitu ditekankan. Kata aqiimusshalah, diartikan sebagai mendirikan shalat, bukan hanya sekedar mengerjakan shalat. Mendirikan shalat lebih menekankan pada sebuah kebutuhan, sebuah motivasi dan kesungguhan, sedangkan mengerjakan shalat hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Karenanya, orang yang mendirikan shalat, mempunyai karakter yang baik, karakter yang tangguh, dikarenakan atsar, bekas dari ruh shalat itu. Orang yang mendirikan shalat lebih dekat kepada Allah, lebih taat beragama, lebih bertanggung jawab. sekarang cobalah analisa dengan akal saja, jika diadakan survey, apakah di tempat macam lokalisasi judi dan prostitusi orang-orangnya pada sholat, para preman yang sering membuat onar, pada sholat, tentu saja tidak. Dan lihat pula, apakah orang yang shalatnya khusyu, suka ke masjid, akan hadir di tempat-tempat maksiat ? tentu saja tidak. Karenanya, saya sering menggunakan parameter kwalitas shalat seseorang untuk mengetahui, apakah orang ini baik, atau tidak.

Ternyata Shalat nantinya akan dijadikan sebagai hal yang paling menentukan dalam penghisaban amal manusia dimana kebaikan shalat, ternyata akan membawa berkah. ‘amal yang peratma kali dihisab untuk seorang hamba nanti di hari kiamat adalah shalat, maka apabila shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalan yang lain, dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah segala amalannya yang lain.’ [HR Tabrani].

Bagi seorang muslim, shalat berarti juga kewajiban, berati juga kebutuhan. manusia perlu berkomunikasi dengan rabbnya, agar memperoleh ketenangan, agar memperoleh kebaikan jiwa, agar memperoleh kehanifan dalam hidup, dan ridho allah atas segala aktifitasnya. Menjaga diri agar tetap dalam kebaikan, mencegah diri dari kemungkaran. Inna shoolata tanha ‘anil fahsyaai wal munkar, sesungguhnya shalat itu dapat mecegah perbuatan keji dan mungkar, percayalah.

Disisi lain, Allah akan mengancam orang-orang yang tidak shalat dengan ancaman yang tegas
‘[74:42]Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar [neraka]?’ [74:43]Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, [74:44] dan kami tidak [pula] memberi makan orang miskin,[74:45]dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,[74:46] dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.’

Tidak mau shalat adalah salah satu sifat orang kafir, dan ini mat dibenci Allah, ‘[75:31]
Dan ia tidak mau membenarkan [Rasul dan Al Qur'an] dan tidak mau mengerjakan shalat, [75:32] tetapi ia mendustakan [Rasul] dam berpaling [dari kebenaran], [75:33] kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak [sombong]‘.

Karenanya sebenarnya tak ada alasan orang untuk tidak shalat, toh sebenarnya dibandingkan dengan nikmat yang alah berikan, maka tidaklah sebanding apa yang kita lakukan, shalat hanyalah aktifitas ritual yang tak lebih dari 45 menit sehari, mengapa kita mengabaikan ?

achedy@telkom.net

Ahamiyatus Syahadatain 5

Karakter Muslim ketiga adalah, bahwa seorang muslim tidak akan merasa sempit dalam beragama. Allah menciptakan agama ini bukanlah untuk memperkecil ruang gerak kita, bukanlah untuk mempersempit kreatifitas kita, bukanlah untuk semakin menyusahkan kita. Allah menciptakan agama ini agar manusia memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, ‘fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah’. Allah menurunkan Agama ini agar tercapai kedamaian di bumi ini, dengan aturan yang dibuatNya. Allah mengerti, bagaimana harus mengatur ummat ciptaannya itu, Allah mengerti bagaimana harus memberikan batas-batas perintah dan larangan yang terbaik bagi manusia, meski banyak yanga akhirnya menolaknya, meski banyak yang bahkan menentangnya.

Seorang muslim sangatlah berkeyakinan bahwa Allah memberikan kebaikan pada perintah dan larangannya. Ketika Allah memerintahkan kita untuk tidak berjudi, untuk tidak berkhamar, maka sebenarnya didalamnya terkandung nilai kebaikan, hingga ketika turun ayat tentang pelarangan khamar, maka dikatakan bahwa Madinah banjir arak, karena mereka membuang dan memecahkan gentong-gentong arak yang dipunyainya. Demikian pula ketika turun ayat tentang jilbab, maka diceritakan bahwa para wanita Madinah saat itu juga menutup kepala dan dadanya walaupun dengan korden. Begitulah, keimanan akan menimbulkan keyakinan akan sebuah kebaikan dari apa yang diperintahkan Allah. demikian pula ketika ayat tentang waris turun, ayat tentang hudud turun, ayat tentang jihad turun, mereka akan segera mengerti, mereka akan segera menyambutnya dengan rela hati.

Jilbab, bukanlah mempersempit gerak para wanita, justru jilbab akan menjaga kehormatan wanita, dari fitnah berupa dijahili laki-laki, dilecehkan atau dieksploitasi atas nama modeling dan kemajuan jaman. Jilbab adalah pakaian wanita takwa, dan akan membawa kebaikan. Karenanya, bagi seorang muslim, tak akan ada komentar, ‘wah jilbab itu adalah kebudayaan arab’. tak diperdebatkan aturan Allah yang qad’i dengan penafsiran yang semaunya sendiri.

Hudud bukanlah hukum yang tak manusiawi, akan tetapi ia akan memberi kehidupan pada orang-orang yang baik.

Kerusakan akan timbul ketika kita mengingkari hukum Allah, dan lebih membanggakan hukum kolonial. Lihatlah ketika orang mengatakan berjilbab merupakan penindasan, maka orang-orang mulai bermode barat plus menirukan gaya hidupnya, lalu mulailah penyakit itu. Dalam konsultasi seksologi, selalu saja ada yang berkonsultasi tentang hubungan suami istri pra nikah. sangat naif dan menyedihkan.

Demikian pula ketika hukum hanya ringan-ringan saja, para pembunuh dan penganiaya hanya mendapat hukuman beberapa tahun saja, belum lagi remisi dan grasinya, maka orang kemudian tak akan kapok lagi untuk mengulangi hal yang sama, karena hukuman yang sangat ringan, maka akhirnya indonesia menjadi produsen ekstasi pula.

Karenanya menjaga keyakinan bahwa bersikap positif pada aturan Allah adalah menjadi sebuah keharusan bagi seorang muslim, dan bahkan menjadi salah satu karakteristiknya tentu saja.

‘[22.78] Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [Ikutilah] agama orang tuamu Ibrahim. Dia [Allah] telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan [begitu pula] dalam [Al Qur'an] ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.’

wallahu a’lam

achedy@yahoo.com

Ahamiyatush Syahadatain 4

Kedua, karakteristik seorang muslim adalah memperjuangkan terlaksananya petunjuk Allah Ta’ala. Memperjuangkan dengan kemampuan yang dimilikinya.Mungkin antum adalah seorang pedagang, penulis, militer, atau bupati, penceramah, dan sebagainya masing-masing akan mempunyai potensi dan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan petunjuk Allah. Masing-masing mempunyai kekuatan yangsaling melengkapi.

Mengapa memperjuangkan petunjuk Allah, adalah karena petunjuk Allahlah petunjuk yang diyakini umat beriman sebagai petunjuk yang terbaik, petunjut yang rabbani, petunjuk yang akan membawa kemaslahatan dunia –akhirat. Karenanya seorang muslim pastilah pejuang itu, pejuang untuk agama dan iman yang tersemat dalam dadanya.

Jihad, amar makruf nahi munkar, dakwah, adalah bentuk-bentuk perjuangan dalam Islam. Ladang amal ini terlalu luas, terlalu terbuka lebar bagi kaum yang mau berjuang. Persoalan Palestina, yang tiada henti yang memnutut kaum muslimin untuk berjuang sekuatnya, untuk membebaskan Bumi Palestina. Demikian pula masyarakat kita yang begitu antusias dengan togel, maka di sana ada nilai perjuangan yang dapat dimasuki. Pemuda-pemuda kita yang kehilangan orientasi, disana ada ladang perjuangan yang dapat kita terjuni. Ah, ladang perjuangan tak kan ada habisnya. Belum lagi bagaimana kita memikirkan ummat yang secara ekonomi terbelakang, biaya sekolah anak-anak mereka yang tak terpenuhi, hingga akhirnya seringkali mereka terjebak dalam proyek penggadaian iman.

Jika kita meninggalkan perjuangan, maka sebenarnya kita akan mendapat ancaman Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Tabrani,
“ Suatu kaum yang meninggalkan perjuangan, akan allah timpakan mereka adzab”.

Dalam hadits lain bahkan rasulullah menjelaskan dengan sangat Gamblang,
“ Kami kini jelas atas petunjuk Rabbmu, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah.Kemudian muncul diantara kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup dan kebodohan. Kamu beraih ke situ dan berjangkit dikalangan kamu cinta dunia. Jika terjadi yang demikian kamu tak akan lagi beramar makruf, nahi munkar dan berjihad di jalan Allah. Di Saat itu yang menegakkan Al Quran dan Sunnah baik yang sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam “[HR hakim dan Tirmidzi]

Barangkali inilah sebuah peringatan yang teramat terang-terangan, peringatan akan suatu hal yang akan terjadi, yang akan mengenai umat ini. Ummat Islam akan melalaikan tugas perjuangannya, karena persoalan kebodohan dan kecintaan mendalamnya kepada dunia. Karenanya hanya orang beriman sajalah yang bisa mencintai Agama ini, serta memperjuangkannya sesuai dengan kapasitas maksimalnya tentu saja.

Karena sesungguhnya, hanya orang beriman dan berjuang saja nantui yang akan mendapat surga Allah

[3.142] “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. “

[61.10] “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? “

[61.11] “[yaitu] kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, “

Semoga menjadi bahan perenungan

Wallahu a’lam.
achedy@yahoo.com

Ahamiyatus Syahadatain 3

Suatu hal dikenal karena sifat-sifat yang menempel padanya, sifat-sifat itulah yang disebut sebagai karakteristik. Seorang Muslim mempunyai karakteristik yang dengannya maka orang akan selalu mengenalinya, “Dia adalah muslim”. Beberapa karakter yang musti kita punyai sebagai seorang muslim adalah

Pertama, seorang muslim mau menerima petunjuk Allah, mengimani dan berserah diri. Seorang muslim menyadari betul, bahwa hidup ini hanyalah ujian, bahwa diri ini sewaktu-waktu bisa dipanggilnya, sehingga dengan kesadaran penuh maka ia terima petunjuk Allah itu, ia imani, dan hanya kepada Allah jua berserah diri. Seorang muslim pasti akan menjadikan dirinya menjadi yang terbaik, sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan agar ia kelak mendapat ridho dan rahmad Allah di dunia dan akhirat kelak, kampung halaman terakhir umat manusia. Dicontohkan dalam Al qur’an tentang umat terbaik itu, umat muslim itu, yaitu ummat-ummat para nabi yang setia pada ajaran agama.

[5.111] Dan [ingatlah], ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku’. Mereka menjawab: ‘Kami telah beriman dan saksikanlah [wahai rasul] bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh [kepada seruanmu]‘. Inilah dialog antara nabi Isa dengan seorang muslim di zamannya.

Demikian pula dengan pengikut nabi Musa yang setia [10.84] Berkata Musa: ‘Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.’ [10.85] Lalu mereka berkata: ‘Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang lalim, [10.86] dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari [tipu daya] orang-orang yang kafir.’

Demikian pula Nabi Ibrahim dan ahlinya, telah berislam pula, dengan berserah diri kepada ketentuan Allah ta’ala, ”[2.130] Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. [2.131] Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: ‘Tunduk patuhlah!’ Ibrahim menjawab: ‘Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam’. [2.132] Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. [Ibrahim berkata]: ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam’. [2.133] Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan [tanda-tanda] maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, [yaitu] Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.’

Dan demikian pula dengan orang-orang yang mengikuti cara hidup nabi Ibrahim yang hanif, maka ia telah mengikuti cara hidup seorang Muslim, ”[22.78] Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [Ikutilah] agama orang tuamu Ibrahim. Dia [Allah] telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan [begitu pula] dalam [Al Qur'an] ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Begitulah, para rasul, para nabi, dan orang-orang yang telah mengikuti mereka dikatakan sebagai seorang muslim, dikarenakan mereka berserah diri dengan tuntunan Allah. Merekalah orang yang akan menempati tempat mulia, disebabkan ketaatan, keredhaan mereka untuk menjalani perintah Allah ini. Maka ikutilah mereka jika kita ingin selamat.

achedy@yahoo.com

Ahamiyatusy Syahadatain 2

Syahadat adalah kunci masuk surga. Dalam Aqidah islam, hanyalah orang yang bersyahadat saja yang mndapatkan kunci ke surga itu., Karena syahadat adalah amalan tertinggi, karena syahadat adalah sebuah ketundukan manusia pada nilai-nilai ilahiyah, pada pencipta jagad raya ini, pada dzat yang tak kan ada yang melebihinya lagi. Dalam banyak hadits diriwayatkan, bagaimana seorang yang bersyahadat dengan benar, maka ia akan mendapat jaminan masuk surga, sebuah tempat terindah yang selalu saja diidamkan oleh siapa saja, sebuah tempat nan elok yang didalamnya akan ditemuinya ketentraman dan kesenangan tiada tara.

“Barangsiapa mati, padahal ia mengetahui dengan banar bahwasanya tiada Ilah selain Allah, maka ia akan masuk surga” kata Rasul sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim.

“Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain allah, dan sesungguhnya saya adalah rasul Allah. Tidaklah seorang hamba yang tidak ragu-ragu terhadap kedua kalimat tersebut menemui Allah dengannya kecuali dia masuk surga”, kata Rasul dalam kesempatan lain [HR Muslim].

Dikesempatan yang lain lagi, sebagaimana diriwayatkan Tabrani, Rasul mengatakan, “ Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlash, masuk surga”. Para sahabat bertanya, “Apa keikhlasannya ya Rasulullah ?”,” Memagarinya dari segala apa yang diharamkan Allah” , kata Rasul.

Maka jelaslah, bahwa syahadat merupakan pondasi yang harus kita kokohkan, yang hrus kita ucapkan dengan ikhlash, yaitu dengan selalu menjaganya,agar kita dapat mendaapatkan sebuah balasan terbaik yaitu surga.

Muslim

Orang yang bersyahadat itu disebut muslim. Menurut pengertian bahasanya, muslim adalah orang selalu tunduk, patuh dan berserah diri pula kepada Allah. Atau ssering disebutkan pula bahwa muslim maksudnya orang yang selamat.

Karenanya secara istilah kemudian diartikan dengan orang yang tunduk, patuh, berserah diri kepada Allah dengan menjalankan rukun-rukun Islam sehingga memperolehkeselamatan abadi yakni surga.

“Puncak persoalan adalah islam. Barangsiapa pasrah diri [masuk Islam] maka ia selamat. Tiangnya Islam adalah shalat, dan atapnya adalah jihad [perjuangan]. Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama diantara mereka” kata nabi dalam suatu kesempatan. [HR AtTabrani].

Sedangkan secara luas, maka makna muslim itu daat diartikan sebagai orang yang tunduk, patuh, berserah diri kepada Allah, dengan menjalankan peintahNya dan menjahui laranganNyadalam setiap aspek kehidupan, hingga ia memperoleh keselamatan abadi yakni surga.

Firman Allah :

[4.13] [Hukum-hukum tersebut] itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

[4.14] Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

__________________
Wallahu a’lam
achedy@yahoo.com


PROFIL

achedy'sachedy. Lahir di Trenggalek, adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan, partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi melalui email achedy_at_penamedia.com

FLICKR

www.flickr.com
Semua Photo »

eXTReMe Tracker

View Stat