16.05.2008
Ternyata saya belum kapok untuk mencoba membenamkan Ubuntu di Axioo Neon saya. Apalagi setelah ada kabar bahwa telah muncul versi teranyar 8.04 dengan kode Hardy Heron yang Long Time Support. Suport selama tiga tahun, weleh-weleh. Saya memang menyukai versi LTS seperti itu karena saya bosan bongkar pasang Linux. Mudah-mudahan selama tiga tahun saya nggak disibukkan dengan install - uninstall linux lagi. Capek.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu dengan 193 kali baca
27.09.2007
Nggak tahu kenapa, Ubuntu + Open Office saya berjalan dengan sangat lambat. Saya menggunakan Pentium IV memori 256. Pertama install terasa cepat, semakin lama terasa lambat.
Saya sendiri dah buang tuh EasyEclipsePHP, aplikasi berbasis JAVA yang lambatnya minta ampun, juga ikon2 pada menu. Untuk coding PHP akhirnya pakai wine editplus.
Sekarang saya melakukan optimasi, mudah mudahan ada perubahan meskipun sedikit. Bete juga kalau komputer lambat.
Ini dua link untuk optimasi.
- Optimasi Linux
- Optimasi Open Office
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu dengan 395 kali baca
1.08.2007
Beberapa lama setelah migrasi ke Linux, saya belum menemukan aplikasi pengingat sholat yang gampang di install. Sedih rasanya, sering jika ke Masjid sholat sudah selesai, karena saya berada dalam ruangan kantor yang tak mendengar bunyi adzan dari Masjid. Dulu ketika pakai Windows banyak aplikasi adzan disana, sekarang ?
Ketika saya melihat-lihat Ubuntume (Muslim Edition) saya tertarik dengan beberapa aplikasi Islami yang dipaket didalam, salah satunya minbar, pengingat sholat di Linux. Di Ubuntu ini, jangan terkecoh dengan banyaknya varian, seperti edubuntu, ubuntume dan sebagainya. Karena sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan diantaranya, saya juga heran, kenapa orang harus membuat varian baru, padahal dengan membuat repositori pada paket yang khusus saja sudah cukup. Di Edubuntu dan Ubuntume, yang beda hanyalah themenya saja, plus beberapa aplikasi yang sebenarnya hanya berjumlah beberapa saja.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu dengan 473 kali baca
19.07.2007
Terus terang, setelah terpaksa meninggalkan Zenwalk dan pindah ke Ubuntu, ada sesuatu yang hilang, XFCE. Ubuntu secara native menggunakan Gnome, sedangkan Zenwalk XFCE. Benar, bahwa pada komputer Pentium 4 dengan memori 256 yang saya gunakan untuk bekerja dikantor, Gnome terasa lebih ringan daripada KDE, namun XFCE jauh lebih ringan. Selama mengunakan XFCE, saya benar-benar merasakan bahwa kecepatan respon GUI yang satu ini membuat kita tidak akan merasa stress.
Bandingkan kecepatan file explorer pada XFCE, Thunar, yang jauh lebih cepat dibandingkan Natilus di GNome maupun Konqueror KDE. Malahan di KDE file explorernya akan segera diganti Dolphin yang mirip-mirip dengan Natilus agar lebih efisien dan cepat.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu dengan 786 kali baca
10.07.2007
Kemarin Zenwalk saya ngadat. Setiap saya menjalankan perintah cp, mv, rm selalu muncul error bahwa glibc versi 2.4 tidak didapatkan. Kemungkinan karena saat saya install sesuatu dengan menggunakan fasilitas netpkg, dia melakukan update juga terhadap library inti linux. Karenanya inkompatibilitas ini akhirnya menyebabkan error. Hal ini terjadi karena repository Zenwalk tidak berversi, sehingga ketika kita melakukan update maka dia merujuk ke file-file repository terbaru (current) Zenwalk versi 2.6, padahal saya masih menggunakan Zenwalk versi 2.4. Maka jika anda menggunakn Zenwalk silahkan berhati-hati jika menggunakan fasilitas netpkg.
Karena setengah hari saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini, akhirnya saya menginstall Ubuntu yang isonya saya peroleh dari majalah Infolinux edisi Juni.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu dengan 446 kali baca