Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Metode Granada

Reinstall Grub di Linux YLMF

Cukup lama saya tidak bisa membuka Linux YLMF saya karena kasus populer : menginstall Windows dan GRUB yang ada  di   MBR terhapus. Saya berniat menginstallnya kembali dengan melakukan booting melalui Lnux YLMF yang telah saya buat live USB.

Lama saya mencoba-coba berbagai tutorial di internet tapi tak ada satupun yang berhasil.  sudo grub ? user grub tak dikenali. Saya juga menggunakan banyak cara lain, hasilnya terkendala masalah permission dsb. Pendeknya, tutorial reinstall Grub yang bertebaran di internet tak bisa saya gunakan.

Saya mendapatkan satu tutorial di ubuntu forum yang benar-benar sukses saya terapkan hanya berbekal informasi bahwa lokasi file system saya ada di sda8. Berikut isi tutorial tersebut :

Lets first try to recreate grub.cfg by chroot into the install:

sudo mount /dev/sda8 /mnt
sudo mount --bind /proc /mnt/proc
sudo mount --bind /dev /mnt/dev
sudo mount --bind /sys /mnt/sys
sudo chroot /mnt
grub-mkconfig
update-grub
grub-install /dev/sda
exit
sudo umount /mnt/sys
sudo umount /mnt/dev
sudo umount /mnt/proc

Restart and see what happens.

Ini solusi bagi yang masih error :

Thanks for replying so quick.

Everything works until:
grub-mkconfig
This gives me a familiar error: grub-probe: error: cannot find device for /boot
So I tried one more step:
mount –bind /boot /mnt/boot
no luck here either.

Enjoy Linux :)

Penyebab Malas Pake Linux

Hal kayak gini yang menyebabkan saya agak malas pakai Linux. Saya coba install thrift (lihat di developernya facebook).

Ketik ./bootstrat autoscannya nggak ada.   Install pake apt-get di databasenya nggak ada. Berarti saya menambah atau mengarahkan ke mirror repository di tempat lain kan. Terus updatedb. Butuh waktu. Lha kalau capek karena tetep nggak ada ? Cari sources code nya  untuk dikompilasi sambil berdoa dan berharap moga-moga nggak ada dependensi yang belum terinstall. Kalau error cari-cari solusi di milis dan google.

Mending kalau nggak ketemunya di thrift masih senang utak-utek, ini masih di install awal-awal dah kecentuk not found. Waktu habis untuk masalah sepele yang namanya install.

Solusi Termudah Install Openchrome di Ubuntu

Ternyata saya belum kapok untuk mencoba membenamkan Ubuntu di Axioo Neon saya. Apalagi setelah ada kabar bahwa telah muncul versi teranyar 8.04 dengan kode Hardy Heron yang Long Time Support. Suport selama tiga tahun, weleh-weleh. Saya memang menyukai versi LTS seperti itu karena saya bosan bongkar pasang Linux. Mudah-mudahan selama tiga tahun saya nggak disibukkan dengan install – uninstall linux lagi. Capek.

Selanjutnya »

Optimasi Ubuntu

Nggak tahu kenapa, Ubuntu + Open Office saya berjalan dengan sangat lambat. Saya menggunakan Pentium IV memori 256. Pertama install terasa cepat, semakin lama terasa lambat.

Saya sendiri dah buang tuh EasyEclipsePHP, aplikasi berbasis JAVA yang lambatnya minta ampun, juga ikon2 pada menu. Untuk coding PHP akhirnya pakai wine editplus.

Sekarang saya melakukan optimasi, mudah mudahan ada perubahan meskipun sedikit. Bete juga kalau komputer lambat.

Ini dua link untuk optimasi.

  1. Optimasi Linux
  2. Optimasi Open Office

Minbar, Pengingat Sholat di Ubuntu

Minbar
Minbar
Beberapa lama setelah migrasi ke Linux, saya belum menemukan aplikasi pengingat sholat yang gampang di install. Sedih rasanya, sering jika ke Masjid sholat sudah selesai, karena saya berada dalam ruangan kantor yang tak mendengar bunyi adzan dari Masjid. Dulu ketika pakai Windows banyak aplikasi adzan disana, sekarang ?

Ketika saya melihat-lihat Ubuntume (Muslim Edition) saya tertarik dengan beberapa aplikasi Islami yang dipaket didalam, salah satunya minbar, pengingat sholat di Linux. Di Ubuntu ini, jangan terkecoh dengan banyaknya varian, seperti edubuntu, ubuntume dan sebagainya. Karena sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan diantaranya, saya juga heran, kenapa orang harus membuat varian baru, padahal dengan membuat repositori pada paket yang khusus saja sudah cukup. Di Edubuntu dan Ubuntume, yang beda hanyalah themenya saja, plus beberapa aplikasi yang sebenarnya hanya berjumlah beberapa saja.
Selanjutnya »

Install Xubuntu dari Ubuntu

MyXubuntu
MyXubuntu
Terus terang, setelah terpaksa meninggalkan Zenwalk dan pindah ke Ubuntu, ada sesuatu yang hilang, XFCE. Ubuntu secara native menggunakan Gnome, sedangkan Zenwalk XFCE. Benar, bahwa pada komputer Pentium 4 dengan memori 256 yang saya gunakan untuk bekerja dikantor, Gnome terasa lebih ringan daripada KDE, namun XFCE jauh lebih ringan. Selama mengunakan XFCE, saya benar-benar merasakan bahwa kecepatan respon GUI yang satu ini membuat kita tidak akan merasa stress.

Bandingkan kecepatan file explorer pada XFCE, Thunar, yang jauh lebih cepat dibandingkan Natilus di GNome maupun Konqueror KDE. Malahan di KDE file explorernya akan segera diganti Dolphin yang mirip-mirip dengan Natilus agar lebih efisien dan cepat.
Selanjutnya »