11.06.2008
Jalan-jalan di web Zenwalk ternyata sudah ada rilis baru Zenwalk 5.2. Sekitar 6 bulan jika dihitung dari peluncuran 5.0.
Sebenarnya pengin juga upgrade ke 5.2 karena repository di Zelwalk semuanya mengarah ke current, artinya jika release 5.2 keluar, maka repositorynya adalah untuk versi 5.2. Kalau kita masih menggunakan 5.0 maka yang terjadi akan banyak file yang harus diupgrade ketika kita install sesuatu via netpkg. Terus untuk Zenwalk, proses upgradenya tidak seperti di Mandriva, di Zenwalk proses upgradenya adalah fresh install. Pada Mandriva, jika kita melakukan instalasi akan ada dua pilihan install atau upgrade
Selanjutnya »
10.06.2008
Virtualisasi, saya kira anda sudah sering mendengarnya. Saya pun sudah tahu sejak lama. Namun mencobanya baru dua bulan terakhir. Dulu saya pernah sangat ingin untuk mencobanya. Namun komputer rumah yang hanya bermemori 64 + 128 sangat tidak mungkin untuk saya pakai. Melirik komputer kantor yang hanya bermemori 256 juga nggak mungkin, karena untuk menjalankan ubuntu saja sudah harus sering menggunakan partisi swap.
Setelah ada laptop dengan memori 1 Giga, alhamdulillah kesampaian niatan saya untuk mencoba virtualisasi. Ada beberapa perangkat lunak untuk virtualisasi, misalnya VMWare dan VirtualBox. Saya belum pernah menggunakan VirtualBox, namun saat saya mencoba menggunakannya di mesin zenwalk, tak ada kendala sama sekali.
Selanjutnya »
16.05.2008
Ternyata saya belum kapok untuk mencoba membenamkan Ubuntu di Axioo Neon saya. Apalagi setelah ada kabar bahwa telah muncul versi teranyar 8.04 dengan kode Hardy Heron yang Long Time Support. Suport selama tiga tahun, weleh-weleh. Saya memang menyukai versi LTS seperti itu karena saya bosan bongkar pasang Linux. Mudah-mudahan selama tiga tahun saya nggak disibukkan dengan install - uninstall linux lagi. Capek.
Selanjutnya »
29.03.2008
Untuk kesekian kalinya saya melakukan instalasi Linux lagi. Ternyata saya tidak sabar untuk menunggu si Hardy. Dan pilihan saya jatuh ke Zenwalk, sebuah distro yang pernah singgah di hati saya sebelum saya mengenal Ubuntu. Distro yang simple dan ringan.
Sebelumnya saya sudah menginstall Ubuntu Gutsy Gibon, meskipun nggak bisa masuk GUI karena tidak support VGA Via Chrome9, namun saya masih bertekad untuk mengopreknya sampai bisa saya pakai pada resolusi 1280 X 800. Namun membaca posting Steven Haryanto pada sebuah forum membuat saya mengurungkan niat untuk melanjutkannya – meskipun saya belum tahu betul apakah berita itu valid adanya atau tidak -. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan Zenwalk dengan pertimbangan,
Selanjutnya »
13.03.2008
Sebagaimana saya ceritakan pada beberapa posting di blog ini, menginstall Linux di Axioo Neon cukup sulit. Beberapa distro bahkan tidak bisa mendeteksi Wifi dengan baik, bahkan ketika saya mencoba menjalankan secara live CD distro yang disertakan tidak berhasil mendeteksi Wifi dan tidak mampu mengatasi blank screen ketika saya logout maupun ketika menekan tombol Ctrl+Alt+F2.
Namun Zenwalk 5 lain, semua hardware dideteksi otomatis (saya belum mencoba kamera). Bahkan saya langsung bisa memainkan Wifi. Touchpad juga berjalan dengan baik.
Selanjutnya »
21.11.2007
Al Quran digital, alquran dalam bentuk perangkat lunak, mungkin sering kita jumpai. Bahkan di Windows ada The Holy Quran sorfware dari Sakr yang sangat interaktif.
Namun bagaimana dengan lingkungan linux ? Di Lingkungan linux kita bisa menggunakan AlQuran digital yang multi platform seperti format HTML atau CHM yang tekompilasi. Di lingkungan Linux, saya mempunyai koleksi antara lain :
1. Alquran digital dalam bentuk CHM yang saya unduh di http://opensource-indonesia.com/ Format ini juga yang sering saya jumpai di banyak komputer teman-teman saya. Ukurannya kecil (9 MB). Index dan search juga berfungsi dengan sangat baik. Dengan aplikasi ini kita sudah bisa mencari berbagai topik dengan mudah. Font Arabnya yang menggunakan image membuat dia tidak bermasalah meskipun kekurangannya dia tidak bisa dibesarkan atau dikecilkan semau kita. Bentuk aplikasi ini juga kurang cocok digunakan untuk tilawah karena hanya menampilkan satu ayat perhalaman, sehingga anda akan capek ngeklik untuk tilawah. Namun untuk mempelajari kandungan AlQuran, aplikasi ini sudah cukup mudah.
Selanjutnya »