4.10.2011
Cukup lama saya tidak bisa membuka Linux YLMF saya karena kasus populer : menginstall Windows dan GRUB yang ada di MBR terhapus. Saya berniat menginstallnya kembali dengan melakukan booting melalui Lnux YLMF yang telah saya buat live USB.
Lama saya mencoba-coba berbagai tutorial di internet tapi tak ada satupun yang berhasil. sudo grub ? user grub tak dikenali. Saya juga menggunakan banyak cara lain, hasilnya terkendala masalah permission dsb. Pendeknya, tutorial reinstall Grub yang bertebaran di internet tak bisa saya gunakan.
Saya mendapatkan satu tutorial di ubuntu forum yang benar-benar sukses saya terapkan hanya berbekal informasi bahwa lokasi file system saya ada di sda8. Berikut isi tutorial tersebut :
Lets first try to recreate grub.cfg by chroot into the install:
sudo mount /dev/sda8 /mnt
sudo mount --bind /proc /mnt/proc
sudo mount --bind /dev /mnt/dev
sudo mount --bind /sys /mnt/sys
sudo chroot /mnt
grub-mkconfig
update-grub
grub-install /dev/sda
exit
sudo umount /mnt/sys
sudo umount /mnt/dev
sudo umount /mnt/proc
Restart and see what happens.
Ini solusi bagi yang masih error :
Thanks for replying so quick.
Everything works until:
grub-mkconfig
This gives me a familiar error: grub-probe: error: cannot find device for /boot
So I tried one more step:
mount –bind /boot /mnt/boot
no luck here either.
Enjoy Linux
Diposting oleh achedy pada
Linux,
Ubuntu
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/1289
4.07.2011
Salah satu keengganan orang menggunakan Linux, salah satunya adalah GUI Linux yang berbeda jauh dengan Sisitem Operasi yang bertahun-tahun telah dirasakan kemudahannya : Windows.
Saya sendiri, sebagai pengguna campuran Linux – Windows memang harus mengakui bahwa desain Windows XP adalah yang ternyaman, diantara berbagai desain GUI, bahkan MAC sekalipun.
Beberapa hari ini saya diminta untuk membantu teman mensetting sebuah ruang training komputer dengan komputer dan sistem operasi di dalamnya. Melihat Ubuntu yang desain GUI terakhirnya berubah jauh dengan sebelum2nya membuat saya sedikit kecewa. Akhirnya saya memilih Linux Ylmf buatan Cina yang sebenarnya turunan ubuntu 10.04. Alasannya, simpel dan GUI nya mirip Windows XP. Untuk membuatnya lebih persis saya menginstall XPGnome . Hasilnya, teman-teman di kantor sulit membedakan mana Windows XP yang asli dan yang palsu.
Dengan demikian, saya berharap bahwa dengan keramahan GUInya ini orang tidak takut dulu sebelum mencoba. Ternyata Linux hampir sama dengan Windows ya, begitu komentar yang kami inginkan nanti
Ini dia screenshotnya ..

Bagaimana kang
Diposting oleh achedy pada
Komputer,
Linux
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/1259
25.03.2011

Barusan mencoba Ylmf OS , Linux OS pemberian adik saya. Keistimewaanya, Linux yang dibangun dari Ubuntu 10.04 ini GUI nya mirip Windows XP. Jadi bagi pengguna Windows XP mungkin lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan Linux ini. Ini baru saya jalankan via Live USB. Rencananya nanti akan saya install di notebook saya menggantikan Linux Mint.
Diposting oleh achedy pada
Linux
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/1244
2.07.2009
Hal kayak gini yang menyebabkan saya agak malas pakai Linux. Saya coba install thrift (lihat di developernya facebook).
Ketik ./bootstrat autoscannya nggak ada. Install pake apt-get di databasenya nggak ada. Berarti saya menambah atau mengarahkan ke mirror repository di tempat lain kan. Terus updatedb. Butuh waktu. Lha kalau capek karena tetep nggak ada ? Cari sources code nya untuk dikompilasi sambil berdoa dan berharap moga-moga nggak ada dependensi yang belum terinstall. Kalau error cari-cari solusi di milis dan google.
Mending kalau nggak ketemunya di thrift masih senang utak-utek, ini masih di install awal-awal dah kecentuk not found. Waktu habis untuk masalah sepele yang namanya install.
Diposting oleh achedy pada
Ubuntu,
Webservice
Label :
ngedumel,
suck
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/731
11.06.2008
Jalan-jalan di web Zenwalk ternyata sudah ada rilis baru Zenwalk 5.2. Sekitar 6 bulan jika dihitung dari peluncuran 5.0.
Sebenarnya pengin juga upgrade ke 5.2 karena repository di Zelwalk semuanya mengarah ke current, artinya jika release 5.2 keluar, maka repositorynya adalah untuk versi 5.2. Kalau kita masih menggunakan 5.0 maka yang terjadi akan banyak file yang harus diupgrade ketika kita install sesuatu via netpkg. Terus untuk Zenwalk, proses upgradenya tidak seperti di Mandriva, di Zenwalk proses upgradenya adalah fresh install. Pada Mandriva, jika kita melakukan instalasi akan ada dua pilihan install atau upgrade
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux
Label :
Linux,
zenwalk
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/467
10.06.2008
Virtualisasi, saya kira anda sudah sering mendengarnya. Saya pun sudah tahu sejak lama. Namun mencobanya baru dua bulan terakhir. Dulu saya pernah sangat ingin untuk mencobanya. Namun komputer rumah yang hanya bermemori 64 + 128 sangat tidak mungkin untuk saya pakai. Melirik komputer kantor yang hanya bermemori 256 juga nggak mungkin, karena untuk menjalankan ubuntu saja sudah harus sering menggunakan partisi swap.
Setelah ada laptop dengan memori 1 Giga, alhamdulillah kesampaian niatan saya untuk mencoba virtualisasi. Ada beberapa perangkat lunak untuk virtualisasi, misalnya VMWare dan VirtualBox. Saya belum pernah menggunakan VirtualBox, namun saat saya mencoba menggunakannya di mesin zenwalk, tak ada kendala sama sekali.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Linux
Label :
Linux,
VirtualBox,
zenwalk
Short URL : http://achedy.penamedia.com/p/465
KOMENTAR TERBARU