Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Kagok Berhadapan dengan Hardware

Photo1211.jpg

Sudah lama tak bersentuhan dengan hardware, rasanya cukup kagok ketika mencoba memperbaiki hardisk. Selama ini jika ada persoalan terkait dengan hardware saya cukup menggunakan jasa service center karena memang saya jarang mengikuti perkembangan hardware dan tak punya perlengkapan yang memadahi, apalagi kalau yg rusak barang lama he.. he.. he..

Personal Computer, Teknologi Yang Termakan Zaman

PC Pentium III
PC Pentium III

Agenda tadi pagi adalah bersih-bersih rumah. Sambil menghidupkan komputer lama seri pentium 3 yang sudah lama tidak dipakai karena jika dihidupkan monitornya berbunyi dor .. dor .. dor .. Saya menghidupkannya kembali karena mendapat hibah monitor lama dari adik saya. Lumayan bisa digunakan anak saya untuk melihat film Finley, karena saya tak punya VCD Player.

Saya merasa, memasang PC sungguh ribet. Ukurannya memakan tempat, kabelnya berseliweran disana sini, dan butuh daya listrik yang cukup besar. Meskipun sering saya katakan komputer ini warisan jaman kuliah dulu, namun sesungguhnya hanya casingnya saja yang benar-benar peninggalan kuliah. Motherboard, Processor, Memori, VGA sudah saya ganti semua dengan barang second juga. Tapi entah kenapa sekarang jika ditancapkan Flash Disk pada komputer ini sering diskonek dengan pesan malfunction. Mungkin ada masalah dengan hardwarenya yang sudah tua ini.

Kelihatannya sekarang komputer bentuk PC seperti ini hanya cocok untuk server saja. Untuk bekerja sehari-hari kelihatannya NoteBook / Laptop akan lebih cocok digunakan. Atau bagi yang pekerjaannya sekedar ngetik, atau menulis kode PHP bagi programmer kelas teri macam Cak Edy, netbook dengan ukuran 10 inchi sudah cukup, toh sekarang harganya sudah semakin turun. Tadi lihat di baligho, di sebuah pameran teknologi harga netbook dari hp ada yang 2,75 juta saja.

Bersih Bersih Hard Disk

Cak Edy pusing. Hardisk Notebook yang Cak Edy beli sekitar 1,8 tahun yang lalu kelihatan sudah penuh.  Memang ukurannnya tak besar. 60 GB. 20 GB untuk drive C Windows, 15 GB untuk drive D Data, dan  sisanya 25 GB untuk Sistem Operasi Linux. Ukuran 60 GB ternyata sangat tidak cukup untuk masa sekarang ini.

  1. Program yang dulu kecil sekarang membengkak. Alat bantu pemrograman yang membuat orang mudah melakukan coding berisi pustaka yang diincludekan semua, padahal yang dipakai hanya beberapa pustaka saja.
  2. Perkembangan kamera digital menyebabkan kalau dulu hasil kamera kecil sekarang membengkak lebih dari 10 kali lipat.
  3. Koneksi internet yang lebih gampang menyebabkan sedikit-sedikit download sehingga hardisk sering penuh.

Drive D tinggal 800 MB.  Kebanyakan isinya campur aduk dan berada di folder yang Cak Edy kasih nama tmp yang artinya temporary. Semua file ditaruh di temporary maknanya file akan di review dulu untuk kemudian ditempatkan di tempatnya masing-masing. Namun anda pasti tahu file yg ada di tmp itu tak akan pernah anda pindah dari tempatnya. Jadilah sebuah sampah digital  namun dibuang sayang.  Boleh jadi ada file penting yang nanti akan kita cari lagi.

Untuk membackup file file ini Cak Edy memang mempersiapkan sebuah hardisk portable yang cukup besar, 350 GB. Cak Edy sudah nggak percaya CD dan DVD, selain DVD RW Notebook Cak Edy juga sudah rusak. Menurut pengalaman Cak Edy, CD dan DVD gampang sekali rusak. Untuk soal backup mending beli hardisk yang meskipun mahal namun bisa diandalkan. Bukankah 350 GB setara dengan  538 CD ? Kalau anda ingin, anda bisa membeli hardisk yang berukuran 1 TB. Harganya sekarang sudah terjangkau, sekitar 1,4 juta atau mungkin sudah di bawahnya.

Untuk membackup CD yang Cak Edy lakukan adalah :

  1. Menentukan folder yang akan di backup
  2. Membackup folder ke dalam format ISO (standart) atau NRG (format yg digunakan NERO) sehingga ribuan folder tadi menjadi satu file. Anda bisa menggunakan pembakar CD seperti NERO atau CD Burner XP yang kecil nan ringan kesukaan Cak Edy.

Membackup ke dalam satu file ISO membuat hardisk lebih rileks dalam menyimpan file, apalagi folder Cak Edy banyak yang berbetuk html, php yang jumlahnya buanyak tapi berukuran kecil-kecil . Maknanya hardisk hanya akan menyimpan 1 properties file dan bukan ribuan. Bener nggak sih ? Kita juga akan lebih cepat untuk menyalin file ke tempat lain.

Untuk membacanya Cak Edy biasanya menggunakan Virtual CD Daemon Tools yang versi gratisan. File ISO yang sudah kita load akan ditampilkan layaknya membaca sebuah CD Room.

Posted via email from achedy’s posterous

Konversi Excel 2 Mysql

Saya punya data cukup besar. Data Excel 37MB yang jumlah recordnya 186.577. Kalau tidak dibuka dengan Excel 2007, maka timbul peringatan bahwa record melampaui batas maksimum yang diizinkan. Data itu akan di porting ke MySQL untuk diolah.

Kesana kemari cari Excel2Mysql ternyata nggak segampang yang saya bayangkan. Kalaulah ada tidak ada yang gratis. Akhirnya saya gunakan fasilitas yang ada dengan cara sbb :

Pertama, mengimpor dari Excel 2007 ke Acess 2007. Access 2007 cukup ampuh untuk digunakan sebagai konversi data karena ada menu import dan export.

Selanjutnya »

USB Bluetooth Made In China Itu

Bluetooth
Bluetooth
Kehilangan kabel data Samsung SGH-Z170 cukup menyusahkan. Saya tidak bisa transfer foto, file, YM dengan GPRS dan sebangsanya. Membeli ? biasanya tak kurang dari 150 ribu, dan itupun tak gampang dicari. Saya tanya untuk versi dibawahnya aja katanya harus inden, walah…

Tapi sodara, jangan lupa, bahwa HP ini mempunyai koneksi bluetooth, sedangkan laptop saya merek Axioo yang paling murah ini tak tersedia blutooth serupa. Saya ke supermarket dekat rumah yang ada counter pernak-pernik komputer dan disana ada USB Bloetooth. Lumayan. Selanjutnya »

Situs – Situs Rakus CPU

Pada hari ibu kemarin, inilah.com berganti wajah. Lebih rapi. Namun saat saya menjelajah halaman-halamannya, saya kecewa, mouse susah digerakkan, scrool menjadi putus-putus, nampaknya inilah.com telah mengikuti jejak pendahulunya, kompas.com dan okezone.com yang sudah jarang saya kunjungi karena persoalan yang sama.

Tahun 2002 an, saya masih ingat, Dodi Suria Wijaya pernah mendirikan situs failco, yang isinya menekankan betapa penting memperhatikan byte size sebuah situs. Bahkan, ia pernah membuat rangking situs tertolol berdasarkan parameter byte size.

Sekarang, urusan byte size mungkin menjadi tidak sepenting dulu, karena koneksi internet yang sudah semakin mudah dan murah. Namun nampaknya masih ada ketololan lain diluar parameter byte size : penggunaan CPU. Selanjutnya »

Next »