31.12.2008
Kawan, sebagaimana kisahku seminggu lalu, dimana ransel tak tahu rimbanya, maka ada berbagai pendapat beberapa kawan. Ada yg meminta untuk di iklashkan saja dan ada pula yang menasehati, mungkin sedekah saya kurang.
Di tas itu kawan, memang ada sejumkah uang yg cukup untuk tambahan kontrak rumah yang akan habis januari ini.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 69 kali baca
21.12.2008
Hari ini, aku tak terlalu beruntung. Hari ini, Minggu, seperti biasa, aku melakukan kegiatan yang diberi nama “Direct Marketing”. Kubawa beberapa perlengkapan, timbangan, stetoskop, spigmamometer, alat periksa asam urat dan gula darah. Dan tak lupa, ranselku. Karena bawaan sudah banyak, maka biar nggak berat aku turunin laptopnya. Dan, semuanya kubawa kecuali laptop itu. Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 94 kali baca
Label :
sedih
19.12.2008
Beberapa tahun lalu mungkin kita pernah mengalami masa dimana blog itu isinya idealisme. Motivasi dari tulisan adalah hati nuraninya, ketika ia ingin berbagi ilmu dengan sesama, ketika ia ingin mencurahkan isi hatinya, atau ketika ia ingin menunjukkan gagasannya kepada orang lain. Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 138 kali baca
Label :
adsense,
Blogging
18.12.2008
Ditengah persaingan partai yang amat banyak ini, ternyata berimbas pada masyarakat yang semakin pragmatis. Hilang idealis, yang penting saya milih anda, anda mo ngasih berapa. Simpel, praktis. Masalah siapa yang memimpin bangsa ini, atau apakah dengan keputusan seperti ini lantas kita bisa menghasilkan pemimpin hebat atau bejat, itu soal lain. Yang penting saya dapat berapa duit. Partai dan caleg juga kemudian kebanyakan pengin praktis juga. Yang penting memberikan uang saat mepet dengan pemilu, beres.
Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 103 kali baca
Label :
asempayung,
partai dakwah,
sampah
3.12.2008
Waktu kecil saya mengenalnya dengan nama arum manis yang kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya harum dan manis. Dulu saya sering membelinya. Penjaja makanan seperti ini dulu keliling sampai daerah pegunungan Watulimo Trenggalek sana. Makanan sederhana, campuran gula, sumba (pewarna), dan krupuk jahe kecil.
Saking seringnya lewat saya sampai hafal nama penjajanya. Pak Gatot. Dia membawa rebab dan memainkan lagu-lagu Jawa seperti “suwe ora jamu” dan “jangkrik genggong”. Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 167 kali baca
25.11.2008
Dulu jaman Pak Harto berkuasa, ada banyak orang yang merasa tidak nyaman. Meskipun secara kehidupan ekonomi terasa lebih enak, namun tidak demikian dengan kebebasan berfikir dan memilih. Jangankan berpendapat, milih parpol saja kalau tidak yang nomor 2, urusan mudah akan jadi sulit.
Lalu orang mendambakan reformasi, dimana demokrasi akan bisa dijalankan dengan sebenar-benar demokrasi. Setelah reformasi terjadi, dan setelah empat kali pergantian presiden, ternyata suasananya tidak lebih baik dari sebelumnya. Medengar cerita orang-orang tua, dan menilik sejarah yang pernah kita pelajari di masa SD dan SMP, kita ini seperti kembali ke orde lama. Kebebasan yang yang kebablasan. Selanjutnya »
Diposting oleh achedy pada
Catatan dengan 201 kali baca