Obrolan Cak Edy

Avatar

Bahwa sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah, Rabb semesta alam. Tempat kembali semua kehidupan.

Ransel, Kau Kembali Padaku

Kawan, sebagaimana kisahku seminggu lalu, dimana ransel tak tahu rimbanya, maka ada berbagai pendapat beberapa kawan. Ada yg meminta untuk di iklashkan saja dan ada pula yang menasehati, mungkin sedekah saya kurang.

Di tas itu kawan, memang ada sejumkah uang yg cukup untuk tambahan kontrak rumah yang akan habis januari ini.

Selanjutnya »

Ranselku, Dimana Kamu ?

Hari ini, aku tak terlalu beruntung.  Hari ini, Minggu, seperti biasa, aku melakukan kegiatan yang diberi nama “Direct Marketing”. Kubawa beberapa perlengkapan, timbangan,  stetoskop,  spigmamometer,  alat  periksa  asam urat dan gula darah.   Dan tak lupa, ranselku. Karena bawaan sudah banyak, maka biar nggak berat aku turunin laptopnya. Dan, semuanya kubawa kecuali laptop itu. Selanjutnya »

Adsense dan Perubahan Budaya Ngeblog

Beberapa tahun lalu mungkin kita pernah mengalami masa dimana blog itu isinya idealisme. Motivasi dari tulisan adalah hati nuraninya, ketika ia ingin berbagi ilmu dengan sesama, ketika ia ingin mencurahkan isi hatinya, atau ketika ia ingin menunjukkan gagasannya kepada orang lain.  Selanjutnya »

Mengais Berkah dari Sampah

Membuat kerajinan SampahDitengah persaingan partai yang amat banyak ini, ternyata berimbas pada masyarakat yang semakin pragmatis. Hilang idealis, yang penting saya milih anda, anda mo ngasih berapa. Simpel, praktis. Masalah siapa yang memimpin bangsa ini, atau apakah dengan keputusan seperti ini lantas kita bisa menghasilkan pemimpin hebat atau bejat, itu soal lain. Yang penting saya dapat berapa duit. Partai dan caleg juga kemudian kebanyakan pengin praktis juga. Yang penting memberikan uang saat mepet dengan pemilu, beres.
Selanjutnya »

Arum Manis Dulu dan Kini

Penjual Arum ManisWaktu kecil saya mengenalnya dengan nama arum manis yang kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya harum dan manis. Dulu saya sering membelinya. Penjaja makanan seperti ini dulu keliling sampai daerah pegunungan Watulimo Trenggalek sana. Makanan sederhana, campuran gula, sumba (pewarna), dan krupuk jahe kecil.

Saking seringnya lewat saya sampai hafal nama penjajanya. Pak Gatot. Dia membawa rebab dan memainkan lagu-lagu Jawa seperti “suwe ora jamu” dan “jangkrik genggong”. Selanjutnya »

Demokrasi Sampah

Dulu jaman Pak Harto berkuasa, ada banyak orang yang merasa tidak nyaman. Meskipun secara kehidupan ekonomi terasa lebih enak, namun tidak demikian dengan kebebasan berfikir dan memilih. Jangankan berpendapat, milih parpol saja kalau tidak yang nomor 2, urusan mudah akan jadi sulit.

Lalu orang mendambakan reformasi, dimana demokrasi akan bisa dijalankan dengan sebenar-benar demokrasi. Setelah reformasi terjadi, dan setelah empat kali pergantian presiden, ternyata suasananya tidak lebih baik dari sebelumnya. Medengar cerita orang-orang tua, dan menilik sejarah yang pernah kita pelajari di masa SD dan SMP, kita ini seperti kembali ke orde lama. Kebebasan yang yang kebablasan. Selanjutnya »

Next,


PROFIL

achedy'sachedy. Lahir di Trenggalek, adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan, partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi melalui email achedy_at_penamedia.com

FLICKR

www.flickr.com
Semua Photo »

eXTReMe Tracker

View Stat