Obrolan Cak Edy

Avatar

obrolan tidak serius dari orang yang tidak penting

Metode Granada

BB Antara Rindu dan Benci

Sekarang banyak smartphone dengan berbagai OS pilihan. Symbian, BB, Android, dan iOS. Masing masing punya kelebihan dan kekurangan.

Kali ini saya mencoba BB. Hasilnya memang cocok utk orang-orang yang ingin selalu “connected”. Paket per bulannya memang mahal, namun menurutku sesuai dengan kepraktisannya. Meskipun akan penuh dg perdebatan, HP saya E71 lewat kalau dibandingkan BB.

Sebenarnya kadang jengkel juga kalau lihat RIM yg “tak menghargai”
Republik ini, padahal pangsa terbesarnya disini. Tetapi pengguna BB di Indopnesia cukup besar untuk sy lewatkan :)

Saat ini, saya mencoba ngeblog pakai BB. Hasilnya bisa anda nikmati di tulisan ini.

Kereta Eksekutif Bima

kabima.jpg

Beberapa waktu ini, perjalanan saya dari Surabaya ke kantor pusat Outlet Dinar Bekasi, selalu menggunakan Kereta Api. Kereta Api saya anggap moda transportasi darat yang relatif mudah, nyaman, dan cepat. Surabaya – Jakarta ditempuh dalam waktu semalam. Berangkat dari Surabaya Gubeng jam 5.15, sampai Stasiun Jatinegara jam 6.30.

Sebenarnya untuk ukuran harga, kadang-kadang pesawat memberikan tarif lebih murah, namun bagi yang suka menikmati perjalanan, naik kereta mempunyai keasikan sendiri.

Namun sedikit kritik untuk kereta ini

  1. Tidak ada pemberitahuan ketika kita sampai di stasiun tertentu. Terutama kalau malam hari kita kadang bingung, ini sudah sampai di stasiun mana ? Semua penumpang dianggap seolah-olah sudah tahu dia sedang dimana dan kapan saatnya turun. Ini hal yang menurutku paling mengganggu.
  2. Harga tiketnya menurutku terlalu mahal ( Rp. 335.000,- ). Menurutku cocoknya maksimal Rp. 250.000,- :)

Selama ini saya selalu bepergian malam, keuntungannya sampai tempat pasti pagi, namun sesekali sebenarnya saya ingin bepergian jarak jauh diwaktu siang. Mungkin lebih mengasyikkan.

Bersepeda

Olahraga sepertinya mempunyai tren juga: sebelumnya futsal menjadi tren, dan sekarang bersepeda menjadi tren baru. Saat Futsal menjadi tren, saya masih kurang tertarik dengan olahraga ini. Futsal terlalu melelahkan untuk orang seukuran saya, dapat sepuluh menit sudah muntah-muntah :)

Nah, ketika olahraga bersepeda menjadi tren, saya merasa olahraga ini yang paling sesuai dengan saya. Murah, rekreatif dan tidak menguras tenaga dalam waktu pendek. Apalagi sekarang olahraga ini didukung oleh banyak pihak, sehingga setiap Minggu ada acara seperti Car Free day dan sebagainya yang disokong pemerintah dan kepolisian.

Hari ini saya Nggowes, begitu berangkat, anak saya yang 7 tahun ikut nggowes dengan mengayuh sendiri sepeda kecilnya, padahal rutenya cukup jauh, berangkat dari sekitar Asrama Haji sampai Taman Bungkul. Eh ternyata kuat juga :)

Selamat berolahraga :)

Melemaskan Tangan

Sudah lama saya tidak ngeblog. Kangen ngeblog tapi kadang inspirasi tidak datang.

Kemarin sore saya bersilaturahim ke rumah kenalan, seorang wartawan dan penulis senior di Kota Buaya ini. Sebagaimana saya yang terlalu lama tidak ngeblog, saya juga lama tidak bertemu dengan beliau. nDilalah, beliau lagi menunggu kiriman buku karyanya yang baru selesai di cetak dari penerbit.

Tepat setelah magrib, sebuah mobil box datang dan menurunkan berkotak-kotak buku. Diambilnya satu dan dihadiahkan kesaya.

“Sampeyan adalah penerima buku pertama saya”, katanya sambil menyerahkan buku dengan disertai tanda tangannya. Buku ini rencananya memang akan di launching bulan ini. Terimakasih, rasanya istimewa banget :)

Terus bukunya apa Cak ? Stttt nanti saja kalau sudah di launching hehehe…

—–
Mencoba melemaskan tangan, walaupun dg sekelumit cerita, setelah lama tak menulis blog

Tak Selamanya Karena Fasilitas

Seringkali fasilitas menjadi alasan utama seseorang utk melakukan sesuatu. Namun menarik sekali status @wahyu27  di twitter yang di retweet @E63_community :

@wahyu27 aku heran dgn teman2 yg dulu pakai E63 sering bgt berkicau di twitter. skrg mereka pakai bebe, kok pada jarang twitteran ya? :D

Alat semakin canggih, pulsa semakin melimpah, tapi tak mendorong orang untuk lebih produktif.

Sama sengan kita, 6 tahun yang lalu, ketika internet belum semudah sekarang, untuk tersambung ke internet harus ke warnet, ternyata kita bisa menghasilkan posting-posting blog yang produktif.

Namun sekarang dengan fasilitas melimpah, internet ada di genggaman, mau ambil gambar dan video tinggal pencet dan kirim, Tapi mengapa blog tidak sepeti 6 tahun yang lalu.

Apa betul kesimpulan bahwa untuk menjadi produktif ada “something” di luar fasilitas. Kelihatannya itu yang harus kita cari.

Posted by Wordmobi – Nokia E71

Kehebatan Orang-Orang dengan Keterbatasan

Kemarin malam saya menyaksikan acara Kick Andy. Menampilkan beberapa orang dengan keterbatasan : cacat fisik. Seorang tanpa kedua tangan yang bisa menyetir dan main gitar, seorang ibu tanpa jemari yang menjadi fotografer, seorang dengan satu kaki yang menaklukkan berbagai gunung, dan seorang pelajar SMA dengan kaki dan tangan tak sempurna yang pandai melukis.

Mereka adalah orang-orang terbatas, namun yang membuat kita malu pada diri sendiri adalah bahwa mereka punya prestasi luar biasa jauh melebihi orang-orang yang diberi kelengkapan anggota tubuh.

Sering kita tak bisa mengukir prestasi dengan alasan keterbatasan, tapi anehnya mereka dengan keterbatasannya bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Keterbatasan itu justru dibalik menjadi motivasi dan optimisme.

Hari ini saya mengakui, saya harus belajar banyak pada mereka yang tak sempurna.

Posted by Wordmobi