6.03.2010
Dalam posting sebelumnya, saya sempat mengutarakan keinginan saya untuk memperoleh CMS yang simple. Saya katakan Wordpress kini telah menjadi raksana yang backofficenya terasa berat kita akses, selain filenya terasa besar ukurannya. WYSIWIG editor yang disediakan CMS saat ini terlalu membebani, sedemikian terkadang banyak pemula melakukan kesalahan ketika mempaste text dari file dokumen Office. Semua sintak bawaan dokumen Office yang tak perlu “katut” semua.
Sebenarnya, selama saya mengelola konten, bagian yang penting hanyalah post, page, upload file, dan RSS, tak terlalu banyak. Menurutku situs besar bisa dibangun hanya dengan elemen-elemen yang saya sebutkan.
Dalam ruang komentar, gecko memberikan rekomendasi sNews, sebuah CMS super simpel yang sudah mengakomodasi kebutuhan. Seandainya saya belum menggunakan Wordpress mungkin saya akan menggunakan CMS ini. Sekarang ini blog saya sudah kadung kompleks untuk saya konversi. Elemen utama dalam CMS ini terdapat pada tiga file yaitu sebuah file inti snews.php dan file template index.php dan style.css , serta sebuah file .htaccess untuk mengakomodasi SEF URL. Dengan demikian file paketnya(zip) tak lebih dari 50 KB. Super sekali pak Mario
Programnya terbuat dari kumpulan fungsi-fungsi yang dikumpulkan dalam file snews.php itu. Inilah kelebihan sekaligus kelemahannya.
Kunjungi situsnya di http://snewscms.com/
Posted via email from achedy’s posterous
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Software
24.02.2010
Dasboard Wordpress yang berat Itu
Kapan hari Okto Silaban di Twitter mengatakan bahwa dia kangen dengan Wordpress 1.5. Ternyata saya tak beda perasaan dengannya. Dulu, menggunakan Wordpress 1.5 terasa ringan, sekarang Wordpress sudah mencapai versi 2.92 yang besarnya dalam keadaan terkompresi zip adalah 2.2 MB. Ada banyak penambahan yang inginnya untuk memudahkan pengguna, namun efeknya di sisi dasboard terasa cukup berat di akses. Kawan saya bahkan tak mau menggunakan Wordpress dan membuat CMS sendiri karena persoalan ini.
Sekarang saya mulai melirik-lirik jenis CMS lain yang ukurannya lebih kecil dengan harapan lebih ringan digunakan. Tentu saja untuk keperluan lain jika nanti saya membutuhkan. TextPattern nampaknya bagus juga untuk dilirik karena besar kode sumbernya tak lebih dari 428 KB dalam keadaan terkompresi zip. Namun tentu saja saya harus berinvestasi waktu untuk mempelajarinya.
Apa anda ada usulan lain ?
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Software,
Umum
23.02.2010
Jisko, Aplikasi OSS Mirip Twitter
Beberapa waktu saya mencari-cari perangkat lunak mirip Twitter yang bisa saya install di komputer server lokal. Gunanya untuk apa ? Untuk mengakomodasi kebutuhan saya dan beberapa rekan kantor untuk membuat catatan, laporan, dan kolaborasi untuk pekerjaan-pekerjaan kantor.
Selama ini banyak perangkat lunak untuk keperluan proyek, namun semuanya terlalu rumit, lengkap tapi ribet digunakan. Kabarnya dulu twitter bermula untuk berkolaborasi ( sayang saya lupa sumbernya ) yang kemudian dikembangkan untuk kebutuhan seperti sekarang.
Seharian mencari perangkat lunak yang “Twitter Like“, dan alhamdulillah menemukan Jisko, sebuah aplikasi yang mirip dengan Twitter yang dibangun dengan PHP5 dan MySQL . Jisko mempunyai fasilitas Follow, Private Message, Reply, Hashtag. Malah sebenarnya ada fasilitas untuk bisa tersambung dengan Twitter meskipun tidak saya pakai karena tidak membutuhkannya.
Ingin menggunakan juga ?
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Internet,
Software,
Umum
17.02.2010
Selama bertahun-tahun membuat posting di blog, ada kebiasaan buruk saya : mempublikasikan terlebih dahulu, kemudian membacanya. Ketemulah kesalahan disini sana, lalu dieditlah tulisan itu. Sering setelah diedit dibaca lagi, ditemukan kekeliruan lagi, kemudian di edit lagi. Kesalahan sering terjadi pada kalimat yang terasa nggronjal saat dibaca, salah ketik, serta penempatan tanda baca. Harap dimaklumi, wong ini hanya sebuah tulisan `tjap waroeng kopi`, yang terbikin dari hal yang serba seadanya.
Dulu korbannya adalah orang yang yang membaca tulisan saya di Agregator Blog maupun di Facebook. Sering, tulisan sudah nyampe di tempat-tempat itu sebelum saya sempat mengeditnya.
Kebiasaan ini akan saya ubah : ketik tulisan secara offline, kemudian dibaca beberapa kali, kalau tak ditemukan kalimat dan kata yang mencurigakan lalu tekan tombol publish. Saya kira untuk keperluan ini dua kali baca sudah cukup, meskipun kadang kalau tak teliti, atau terburu-buru, kita masih akan menjumpai kesalahan-kesalahan itu. Namun paling tidak, mulai saat ini standart bikinan saya ini akan saya penuhi, membaca dua kali sebelum menekan tombol publish.
Kalau sampeyan sendiri biasanya bagaimana ?
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Umum
16.02.2010
Saat ini, saya mempunyai target untuk posting blog setiap hari, meskipun saya sendiri kurang yakin dengan target saya itu. Walau demikian, bukankah keinginan itu lebih mendekatkan saya untuk meningkatkan frekuensi posting ? Meski nantinya tak bisa posting setiap hari karena berbagai kendala, seandainya paling jelek saya bisa posting tiga kali seminggu, saya kira itu sudah sangat ‘ngganteng’.
Dr. Imam Suprayogo, yang rektor IAIN Malang itu kapan waktu mendapatkan rekor MURI karena dia bisa posting tiap hari selama setahun. Namun apa yang dilakukannya cukup berat karena tulisannya bukan hanya tulisan ala kadarnya macam saya.
Kemarin saya baca blognya Pak Budi Raharjo, ternyata beliau juga mempunyai target seperti itu, posting tiap hari, meskipun terkadang tak terpenuhi target impiannya itu.
Saya beda dengan Pak Imam Suprayogo, karena saya tak mempunyai ilmu yang mumpuni; ilmu agama pas-pasan, ilmu komputer juga ‘ngepress’, dan ilmu kuliah sudah menguap sedari dulu. Tapi apapun, apa iya dalam hidup yang terdiri dari proses yang tak terhitung itu tak ada yang bisa di tulis.
Menulis bisa membuat kita akan lebih banyak membaca, lebih jeli, dan berlatih berfikir secara terstruktur.
Problemnya nanti di soal agregator. Saya harus memberitahu ke beberapa agregator agar memfollow tulisan saya yang masuk ke kategori umum saja. Tapi tak masalah, karena agregator pememuat blog saya yang tidak saya kelola kelihatannya hanya Planet Qwords saja
Namun, posting tiap hari itu maknanya saya ngomong soal kuantitas loh, soal kualitas ya nanti dulu ha.. ha.. ha..
Enjoy ..
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Umum
11.02.2010

Sosial Media yang lain, Google Buzz telah datang. Aplikasi ini terintegrasi dengan layanan GMail. Namun saat tulisan ini dibuat mungkin belum semua penggguna account Gmail bisa menikmati Google Buzz.
Menurut saya, Google Buzz menggabungkan beberapa fasilitas di jejaring sosial. Fitur insert link, photo, like adalah gaya yang digunakan Facebook. Fitur following dan follower juga memanggil nama teman dengan @ didepan usernamenya adalah gaya yang digunakan Twitter. Ada lagi gaya posting status public dan private sebagaimana yang digunakan Plurk.
Tapi menurutku yang istimewa adalah status yang tak dibatasi jumlah karakter sehingga bisa menulis pesan lebih leluasa.
Apakah nantinya jejaring sosial gado-gado yang digawangi pemain raksasa Google itu bisa menyaingi pendahulunya ? Kita tunggu aja…
Diposting oleh achedy pada
Blogging,
Umum
KOMENTAR TERAKHIR