Memenuhi Kebutuhan atau Keinginan ?
Sebenarnya kasihan juga. Tapi kalau melihat sisi dia yg lain, heran kita ini. Motornya saja honda jantan keluaran baru, hp nya juga hasil kredit seharga dua juta lima ratus ribu rupiah. Ongkos rokoknya sehari antara 10 sampai 15 ribu rupiah. Jauh dari saya yg kendaraan saya adalah motor bekas dan harga hp saya tak ada separuhnya.
Sering orang bernafsu untuk memenuhi keinginannya yang sebenarnya bukan atau melebihi kebutuhannya. Jika ke restoran kita ingin memakan semua makanan padahal ukuran lambung kita terbatas. Kita ingin komputer core2quad padahal celeron saja sudah cukup. Kebutuhan ada batasnya sedang keinginan tidak.
Tak mengapa bila budget kita melebihi keinginan namun jika tidak, siapkah kita hidup dalam kubangan hutang, atau mencari rizki dengan korupsi misalnya. Naudzubillah.



View Comments, Comment or Ping
1. devie
emang Celeron masih ada, Kang?
Nov 20th, 2009
2. prasbudi
Tampaknya saya punya teman yang sama – sama Terjerat hutang bank, mungkin bedanya saya ndak punya handphone mahal atau motor jantan keluaran terbaru. wah sekali – sekali ikutan ahh cari pinjaman dirumahe kang edy sp tau dikasih.. ha.. ha…
Nov 20th, 2009
3. achedy
@Devie : Sudah nggak ada toh
. Jadi malu …
@Prasbudi : Utang 50.000, ongkos PP ke surabaya 50.000 ha.. ha.. ha..
Nov 22nd, 2009
Reply to “Memenuhi Kebutuhan atau Keinginan ?”