Korban Perasaan
Dalam sebuah perbincangan, yang membahas mengenai hidup berorganiasi, ada ungkapan menarik dari seorang rekan diskusi. Katanya, dalam hidup berorganisasi itu yang penting harus siap korban perasaan. Mendengar penuturannya kita semua ketawa.
Hidup berorganisasi berbeda dengan hidup sendiri. Jika hidup sendiri maka seseorang bisa melakukan apapun untuk memenuhi seleranya, mengerjakan sesuatu sebagaimana pendapatnya, bebas melakukan sesuatu yang ia suka dan meninggalkan sesuatu yang tidak dia suka.
Hidup dalam organisasi itu, membutuhkan ruang yang lapang didadanya untuk berbeda dengan orang lain, atau bahkan seseorang harus menjalani sesuatu yang tidak disukainya.
Ah, kita jangan jauh-jauh ngomong soal organisasi, dalam lingkup kecil keluarga saja, maka jika masing-masing orang tidak mau berkorban perasaan, maka dipastikan bubarlah keluarga itu.
Ah, hanya sebuah ungkapan kecil, tapi kalau direnungkan ternyata dalam juga artinya ya.
Catatan yang mungkin berhubungan :
- Korban Tewas Berebut Zakat di Pasuruan Menjadi 20 Orang
- Sebenarnya, Apa Pekerjaan Depnaker itu ?
- Sudahi Korban Pembagian Zakat
- Nilai Berita di TV
- Apa Yang Masih Bisa Diharapkan Dari PBB ?


achedy. Lahir di Trenggalek,
adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
4 Comments, Comment or Ping
1. Riyogarta
Awas nulis posting dengan judul korban perasaan pas tanggal 13 lho :p
Mar 14th, 2007
2. donny
Yah, gmana nggak korban perasaan, keinginan orang kan memang beda-beda. Kadang kita udah capek-capek, eh taunya nggak dianggap sama sekali
Mar 18th, 2007
3. iman
dalam…sampe tenggelem
Apr 12th, 2007
4. sammy lover
hihihihi, no coment yaaa….
Apr 30th, 2007