Dari Bad Sector, Windows, Sampai Linux
Beberapa hari ini saya sangat disibukkan oleh komputer rumah. Komputer yang terinstall Windows 2000 itu tiba-tiba ngadat. Selepas keluar dari GRUB tidak bisa masuk ke GUI. Ini adalah kesekian kalinya, hingga saya bosan. Saya bermaksud untuk merepairnya saja.
Pada Windows 2000 memang tersedia menu repair meskipun setiap saya memilih locate CD selalu gagal, yang bisa hanya lewat konsul. Bisa lewat Disket, tapi 4 disket. Hari gini masih pakai disket :P, empat lagi huh. Dan nggak enaknya lagi, ketika saya mau install baru maka prosedurnya adalah dengan memformat ulang hard drive. Walah harus mindahin data lagi …. Belakangan saya ketahui bahwa proses instalasi Windows XP lebih baik, karena kita bisa install baru hanya dengan menindas saja (tanpa harus format ulang).
Pada proses repair banyak hal yang tidak berjalan seperti biasa. Proses scandisk tidak bisa tuntas diselesaikan. Dan saat diformat dengan NTFS juga hanya bisa lewat Quick Format. Jika saya paksa install dengan kondisi demikian, maka setiap baru booting selalu muncul permintaan untuk scan disk. Saya sudah curiga kalau ada bad sector pada drive C, dan ketika gejalanya saya masukkan ke google, besar kemungkinan benar. Sebenarnya dulu saya pernah melihat beberapa rekan menggunakan software tertentu untuk mendeteksi letak bad sector secara tepat. Namun saya nggak cukup banyak waktu untuk mencarinya. Ada juga usulan untuk melakukan low level format, tapi saya malas dengan lamanya, apalagi saya tidak mempunyai media lain untuk melakukan backup.
Akhirnya untuk solusi sementara saya melakukan dua buah partisi pada drive C. Partisi 2GB pada bagian depan tidak saya gunakan, karena diprediksi ada badsectornya. Windows XP akhirnya terinstall pada 4 GB selanjutnya. Dan sementara waktu ini semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Selain memperbaiki Windows, sebenarnya saya ingin juga melakukan upgrate Linux Puppy saya ke versi 2.14. Tidak seperti versi 1.5 yang kita mengisikan sendiri letak partisi yang akan digunakan, versi 2.14 letaknya dipaksa pada hda1, padalah partisi Linux saya pada hda5, dan hda1 adalah partisi bad sector yang saya buang itu. Sehingga saya baru menikmati kenyamanan puppy 2.14 saya pada versi CD saja. Kabarnya, versi 2.14 ini mendukung fungsi-fungsi development, makanya saya bernafsu banget install versi 2.14.
PR berikutnya adalah memikirkan cara perawatan komputer dan manajemen data yg ada di dalamnya. Terus terang, banyak data titipan saat saya masih kuliah dulu, dan data-data lain yang memenuhi hard disk, tapi jika mau dibuang khawatir jika nanti masih diperlukan.
Beberapa masalah yang ingin saya tuntaskan antara lain :
MASALAH : Hardisk Penuh
SOLUSI :
Jika ada waktu, sambil dengerin musik atau apa silahkan mereview apakah mambo versi 1.xx dan beberapa program asp versi lama masih penting, kalau tidak hapus saja, kalau masih sayang, bakar saja di CD.
MASALAH : CD Rentan Rusak.
SOLUSI : Masukkan ke CD file-file yang tidak terlalu penting namun sayang untuk dihapus seperti lagu, foto-foto, software dsb. Dan taruh CD pada tempat yang baik biar tidak cepat rusak.
MASALAH : Jika nanti beli hardisk, berapa besar hardisk yang sesuai dengan komputer lama AMD K6 501 MHz, Memory 128 ?
SOLUSI : Belum tahu.
MASALAH : Darimana dapat uangnya ?
SOLUSI : Lha itu yang saya belum tahu. Kalau ada project kecil sekedar untuk bisa beli hardisk, mau deh
MASALAH : Linux apa yang cocok untuk space dengan buget 2.5 GB selain puppy. Minimal ada GCC nya dan ringan ?
SOLUSI : Nggak tahu.
Terakhir, terimakasih sudah mendengarkan keluhan saya he.. he…
achedy. Lahir di Trenggalek,
adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
6 Comments, Comment or Ping
1. ech
HDD bad sector (mudah2an) bisa diatasi dengan HDD regenerator tanpa harus format HDD.
Setau saya HDD sekarang relatif murah. baru kemarin beli HDD 80GB SATA “cuma” 385 rebu. Tapi untuk spek komputernya se-tua itu, ga tau juga. mungkin 40GB masih bisa ditempel.
Mar 1st, 2007
2. Donny
Saya pernah beli Harddisk 80GB untuk menggantikan yang 20GB, tapi ternyata saya masih ’sayang’ dengan harddisk lama itu, jadi aja 100GB di komputer saya, dan tetep…masih merasa kurang :))
Mar 3rd, 2007
4. dimas
minta bantuannya kakak..
mas mau tanya cara low level format yang paling aman pake apa ya.?
kalo cuma satu partisi bisa ga’, ni hardisk dah ga’ bisa diinstall windows jadi pengen aku format ulang. kalo fdisk tu memartisi hardisk ya, tulisan dalam command promptnya apa aja..?
o iya perintah2 dalam low level format apa aja?
trima kasih atas bantuannya kakak
Jun 10th, 2007
5. AGUS
sami mawon boz, gue punya 2 hardisk maxtor&seagate
kalo lg di pake and kondisinya panas jadi hang
setelah di restart muncul pesan DISK EROR ????
Oct 2nd, 2007
6. bayu
hardisk bad sector ???? susah ya belum bisa di perbaiki.. help me
bagi - bigi dong ilmunya apa bad sector dah ngak mau diperbaiki lagi
Dec 6th, 2007
Reply to “Dari Bad Sector, Windows, Sampai Linux”