Surabaya Yang Panas
Minggu-minggu terakhir ini, cuaca panas di Surabaya seakan mencapai puncaknya. Mungkin karena menjelang pergantian musim dari panas ke hujan. Tidak siang, tidak malam, hawa panas terasa mendera sekujur tubuh. Baru kali ini saya mengenakan pakaian minimalis dirumah karena tidak tahan panas. Kipas angin dan ExhouseFan menyala tanpa henti.
Kasihan anak saya yang berkeringat terus. Kringet buntet - ah, apa istilah dalam bahasa Indonesianya - juga menyerang anak-anak kecil termasuk anak saya.
Sedangkan saya, sudah hampir seminggu ini, terkena gangguan kesehatan. Boleh jadi karena pengaruh cuaca, ditunjang mobilitas saya memang sangat tinggi. Badan meriang, pusing, pilek dan batuk. Tenggorokan saya rasanya kayak dikerik, dan tidak enak makan. Susah sakit kayak gini, dibilang sakit kok cuman batuk pilek, kalau dibilang nggak sakit kok nyatanya badan susah digunakan bekerja.
Mudah-mudahan tidak terjadi pada anda. Jagalah kesehatan, karena kesehatan itu penting dan mahal. Uhuk… Uhuk…
achedy. Lahir di Trenggalek,
adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
2 Comments, Comment or Ping
1. fahmi
sama cak, di jogja juga panas banget, br semalem ujan, alhamdulillah udah lumayan bikin adem dikit.
Nov 24th, 2006
2. ariyes
paling kasian lagi waktu anak-anak berada di kelas. Coba bayangkan penderitaan mereka sudah panas harus berpikir dan keringet buntetnya cekit-cekit. Semoga rapat wali murid mau menaikkan iuran agar setiap kelas bisa ditambahi kipasnya.
Jan 2nd, 2009
Reply to “Surabaya Yang Panas”