Munir, Ada Satu Hal Yang Harus Kita Teladani
Kalau ada orang yang cukup berkesan bagi saya saat ini, adalah Munir. Kebanyakan orang tidak mengenalnya sebagai aktivis Islam, hanya karena ia tidak pernah menyitir ribuan dalil, juga bukan karena ia tidak memanggil akhi kepada teman-temannya, juga bukan karena selalu menggelorakan jihad. Orang lebih mengenalnya sebagai pegiat HAM.
Fenomena ini, tentu berbeda dengan dengan kebanyakan yang menyebut dirinya sebagai aktivis Islam, dimana-mana berkata Jihad, dengan berbagai macam dalil. Tapi ternyata lebih banyak omongnya daripada kerjanya. Munir tidak demikian. Dia tidak menggembar-gemborkan apa yang dilakukannya sebagai sebuah amal Islami. Tapi ia terus bekerja melakukan pembelaan terhadap siapa yang dianiaya. Dan apa yang dilakukan sebenarnya adalah amal islami itu.
Orang-orang kayak kita itu, lebih banyak berbicara tentang amal Islami, makna Syahadatain, tapi makna-makna itu seringkali hanya menjadi bahan kajian dan tidak menjadi perilaku perjuangan, sehingga sedikit sekali dari forum-forum pengajian itu orang sekaliber Munir.
Sekarang, tatkala Munir tiada, betapa susahnya mencari penggantinya. Seakan ada sesuatu yang hilang dari negeri ini.
Tatkala kita menyadari betapa langkanya orang seperti Munir ini, mengapa kebanyakan forum pengajian yang selalu menggelorakan amal islami tidak membentuk kader-kader sekaliber Munir, yang rela mengorbankan ketenangan bahkan nyawanya untuk membela orang lain.
Munir adalah Ikon keteladanan, yang lebih banyak berkarya daripada berkoar-koar.
“Tulisan singkat. Terlalu lama tidak menulis, karena ternyata betapa mahalnya waktu itu bagi saya”
achedy
achedy. Lahir di Trenggalek,
adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
No Comments, Comment or Ping
Reply to “Munir, Ada Satu Hal Yang Harus Kita Teladani”