Ahamiyatus Syahadatain 11
Diposting oleh achedy pada Pengajian dengan 156 kali baca
Dalam pengajian terakhir saya, yang kalau di Manarul ‘Ilmi Online, Rubrik Halaqoh, tercatat Desember 2002, berarti sudah satu setengah tahun saya tidak menulis di rubrik ini. Waktu yang cukup lama. Maafkan saya. Di hari ini, saya ingin mengisinya kembali, menyempatkan waktu dipagi hari sebelum berangkat kerja. Saya juga tidak bisa berjanji, apakah tulisan ini nanti akan hadir setiap minggu atau tidak, namun saya berusaha agar hadir setiap minggu seperti dahulu kala.
Akan kita lanjutkan pembahasan kita pada karakteristik seorang muslim. Karakteristik selanjutnya adalah, bahwa seorang muslim mewarnai kehidupannya dalam celupan Allah (Sibghatullah). Wa man ahsanu minallahi sibghah, dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada celupan Allah. Dan metode kehidupan mana yang lebih baik daripada metode kehidupan yang di buat Allah ? Lebih adil mana jalan kehidupan yang ada di dunia ini selain jalan hidup yang ditunjukkan Allah. Dan hanya milik Allah lah, yang terbaik itu.
Dalam Al Baqarah 208 – 209 difirmankan :
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Orang yang sudah bersyahadad, yang sudah menetapkan hatinya bahwa tiada Illah selain Allah, dan Muhammad utusan Allah, akan setia untuk mewarnai seluruh kehidupannya dengan warna Islam. Tidak saja salat-salatnya, tidak saja puasa-puasanya, namun semuanya. Hidupnya, matinya, seluruh jiwa raganya, seluruh aktifitasnya, hanya untuk keridhaan Allah, dan semuanya dikerjakan dengan suasana imani, suasana tauhid, yang citranya akan menimbulkan cinta, persahabatan, kedamaian, dan keindahan.
Sesunguhnya seorang muslim itu adalah, orang yang mempunyai pegangan yang kuat, kokoh. Dia adalah orang yang mempunyai prinsip dan pendirian , yang tidak mudah pudar, yang akan menjaga dan menuntunnya ke arah kebajikan. Maka dikatakan, jika kita berserah diri kepada Allah, lantas kita beraktifitas positif, berbuat kebajikan, maka sesungguhnya kita telah berpegang pada buhul tali yang kuat, bahwa sebenarnya kita sedang dalam jalan yang benar.
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” (Luqman:22)
Wallahu a’lam
Achedy
adalah seorang programmer web dan bapak dari satu orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
No Comments, Comment or Ping
Reply to “Ahamiyatus Syahadatain 11”