Ahamiyatusy Syahadatain 10
Diposting oleh achedy pada Pengajian dengan 128 kali baca
Pertama saya minta maaf dan kebesaran antum, jika rubrik yang mestinya saya isi tiap minggu ini terpaksa absen berminggu-minggu, tak lain adalah karena adanya kesibukan dan halangan yang luar biasa banyak, hingga saya sering harus mengorbankan rubrik ini dan berkonsentrasi di salah satu rubrik tulisan aktifis saja. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu bersama antum.
Seorang muslim, mempunyai karakter yang baik terhadap sesama, yang menandai adanya pemahaman yang tinggi bahwa ia adalah sosok rahmatan lil ‘alamin. Karakter itu adalah bahwa seorang muslim harus berkata-kata baik dan beramal sholeh, atau barangkali dengan kata lain berakhlak sholeh. Sifat inilah yang jika melekat pada diri seseorang, maka orang itu akan menjadi enak untuk dipandang, nyaman untuk dimintai pendapat, menyenangkan untuk diajak bergaul, dan menjadikan kehilangan jika lama tak terlihat kehadirannya.
Membangun akhlaq, memang membutuhkan apa yang dinamakan riyadhoh, atau latihan. Menjadi seorang muslim yang berperangai baik bukan otomatis begitu saja dari belajar agama. Akan tetapi ia memerlukan latihan dalam berinteraksi dengan masyarakat.
[QS 41.33] Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?’
Allah menyentuh kalbu kita dengan pertanyaan retorisnya, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah ?.” Tidak akan ada yang lebih baik dari itu, tidak akan ada yang lebih mulia dari orang yang menyeru kepada Allah dan beramal sholeh.
Dalam Surah Arrahman dikatakan tentang sifat IbadurRahman [Hamba Allah Yang Maha Pengasih], yang salah satunya adalah bahwa ia berjalan dengan rendah hati, ia melakukan aktifitas hidup dengan kestabilan jiwa dan perilaku sebagai cerminan keindahan kalbunya, dan bahkan jika ada orang usil menyapa mereka, maka ia akan mengucapkan kata-kata yang baik.
[QS 25.63] Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu [ialah] orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
Begitulah akhlak terindah yang dimiliki oleh seorang muslim, yang datang dari jiwa-jiwa bersih mereka. Dalam Islam tidaklah diajarkan untuk mengubah keburukan dengan keburukan. Ubahlah keburukan dengan kebaikan, insyaallah akan dibukakan pintu hatinya pada kebaikan. Teringatlah saya akan nabi SAW yang ketika itu seseorang yang membencinya sering melemparinya dengan tahi, dan nabi dengan kemuliaan akhlaqnya tetap berbuat baik, dan akhirnya Allah membukakan kebekuan hati orang itu, dan menjadi pengikut nabi SAW.
Ketika orang berkata tidak baik kepada kita, tak usah pula kita meladeninya, karena nanti hanyalah emosi semata yang akan berbicara. Lebih baik kita membangun akhlak kita dengan tak meladeni apa katanya, atau kita pergi saja. Sebagaimana dikatakan Nabi SAW “Apabila ada seseorang mencaci maki kamu tentang apa yang ia ketahui tentang dirimu, janganlah kamu mencaci maki dia tentang apa yang kamu ketahui tentang dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia” [HR Addailami].
Seorang penanya pernah mengadukan sesuatu kepada AAgym, ketika beliau berceramah. Orang itu tidak senang ketika mendengar AAgym dicemooh oleh beberapa orang dengan mengatakan,”Ustadz nggak punya ilmu”. Dan yang membuat saya terkesan adalah kemuliaan akhlaq beliau yang berkata,”Ya sudahlah bu, nggak apa-apa, itu bukan cemoohan, itu hanyalah sekedar pemberitahuan”.
Begitulah semoga kita dapat mencontohnya, karena sepandai apapun kita, dan sehebat apapun kita, tapi tak akan ada artinya, tidak akan ada kemuliaan disisi kita, jika kita tidak mulai belajar membangun akhlaq dengan berkata yang baik dan beramal sholih.
Wallahu a’lam
Sby, Desember 2002
achedy@telkom.net
Achedy
adalah seorang programmer web dan bapak dari satu orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
No Comments, Comment or Ping
Reply to “Ahamiyatusy Syahadatain 10”