Ahamiyatus Syahadatain 5
Karakter Muslim ketiga adalah, bahwa seorang muslim tidak akan merasa sempit dalam beragama. Allah menciptakan agama ini bukanlah untuk memperkecil ruang gerak kita, bukanlah untuk mempersempit kreatifitas kita, bukanlah untuk semakin menyusahkan kita. Allah menciptakan agama ini agar manusia memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, ‘fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah’. Allah menurunkan Agama ini agar tercapai kedamaian di bumi ini, dengan aturan yang dibuatNya. Allah mengerti, bagaimana harus mengatur ummat ciptaannya itu, Allah mengerti bagaimana harus memberikan batas-batas perintah dan larangan yang terbaik bagi manusia, meski banyak yanga akhirnya menolaknya, meski banyak yang bahkan menentangnya.
Seorang muslim sangatlah berkeyakinan bahwa Allah memberikan kebaikan pada perintah dan larangannya. Ketika Allah memerintahkan kita untuk tidak berjudi, untuk tidak berkhamar, maka sebenarnya didalamnya terkandung nilai kebaikan, hingga ketika turun ayat tentang pelarangan khamar, maka dikatakan bahwa Madinah banjir arak, karena mereka membuang dan memecahkan gentong-gentong arak yang dipunyainya. Demikian pula ketika turun ayat tentang jilbab, maka diceritakan bahwa para wanita Madinah saat itu juga menutup kepala dan dadanya walaupun dengan korden. Begitulah, keimanan akan menimbulkan keyakinan akan sebuah kebaikan dari apa yang diperintahkan Allah. demikian pula ketika ayat tentang waris turun, ayat tentang hudud turun, ayat tentang jihad turun, mereka akan segera mengerti, mereka akan segera menyambutnya dengan rela hati.
Jilbab, bukanlah mempersempit gerak para wanita, justru jilbab akan menjaga kehormatan wanita, dari fitnah berupa dijahili laki-laki, dilecehkan atau dieksploitasi atas nama modeling dan kemajuan jaman. Jilbab adalah pakaian wanita takwa, dan akan membawa kebaikan. Karenanya, bagi seorang muslim, tak akan ada komentar, ‘wah jilbab itu adalah kebudayaan arab’. tak diperdebatkan aturan Allah yang qad’i dengan penafsiran yang semaunya sendiri.
Hudud bukanlah hukum yang tak manusiawi, akan tetapi ia akan memberi kehidupan pada orang-orang yang baik.
Kerusakan akan timbul ketika kita mengingkari hukum Allah, dan lebih membanggakan hukum kolonial. Lihatlah ketika orang mengatakan berjilbab merupakan penindasan, maka orang-orang mulai bermode barat plus menirukan gaya hidupnya, lalu mulailah penyakit itu. Dalam konsultasi seksologi, selalu saja ada yang berkonsultasi tentang hubungan suami istri pra nikah. sangat naif dan menyedihkan.
Demikian pula ketika hukum hanya ringan-ringan saja, para pembunuh dan penganiaya hanya mendapat hukuman beberapa tahun saja, belum lagi remisi dan grasinya, maka orang kemudian tak akan kapok lagi untuk mengulangi hal yang sama, karena hukuman yang sangat ringan, maka akhirnya indonesia menjadi produsen ekstasi pula.
Karenanya menjaga keyakinan bahwa bersikap positif pada aturan Allah adalah menjadi sebuah keharusan bagi seorang muslim, dan bahkan menjadi salah satu karakteristiknya tentu saja.
‘[22.78] Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [Ikutilah] agama orang tuamu Ibrahim. Dia [Allah] telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan [begitu pula] dalam [Al Qur'an] ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.’
wallahu a’lam
achedy@yahoo.com
achedy. Lahir di Trenggalek,
adalah seorang programmer web dan bapak dari dua orang anak. Tinggal
di Surabaya sejak tahun 1996. Menulis adalah hobinya sejak kuliah. Blog
ini hanyalah opini pribadi yang tidak terkait dengan perusahaan,
partai, asosiasi, dan forum tempat blogger beraktifitas. Bisa dihubungi
melalui email achedy_at_penamedia.com
No Comments, Comment or Ping
Reply to “Ahamiyatus Syahadatain 5”